Apa kanvasmu?

Tiap seniman identik dengan alat bernama kanvas. Kanvas adalah media yang digunakan para seniman dengan berbagai latar belakangnya untuk menyalurkan imajinasi, ide, dan khayalan mereka ke dalam bentuk yang dapat dinikmati banyak orang. Banyak seniman di seluruh dunia secara mengejutkan “keluar dari kotak” kebiasaan pada umumnya.

Kanvas tidak lagi harus di atas kertas. Kini, kanvas para seniman bisa dimana saja! Ya. Dimana saja! Berikut adalah temuan-temuan saya.

1. Asyera Bella (klik disini untuk lihat karya-karya hebat lainnya!)

Inilah seniman yang selalu mencoba hal baru, yang secara tidak kebetulan, ialah kakak kandung saya. Tidak cukup dengan kertas biasa, ia merambah dinding sebagai kanvas nya. Hmm. Kalau ini belum cukup, bagaimana dengan yang berikut?

Bagian dari telepon rumahan pun bisa menjadi kanvas yang unik.

2. Edgar Muller (kunjungi situs nya dan bersiaplah terkejut! Klik)

Seorang expert di bidang melukis di jalanan. Ya. Kanvas Edgar adalah jalan raya pada umumnya. Tak ada yang spesial dari jalan raya yang biasa kita lalui. Yang membedakannya adalah kualitas sang seniman. Takjub!

Percayalah. Gambar di atas adalah tidak benar adanya. Tidak ada sungai di tengah kota. Pria dan anjing di tengah jurang itu pun sebenarnya sedang tidak di ambang kejatuhan. Edgar hanya “memainkan” ilusi optik melalui karya spektakuler nya di jalan raya. Ya! Semua adalah lukisan!

Berhati-hatilah kalau berjalan. Jangan sampai anda terjatuh ke dasar jurang es! (Ilusi optik lainnya karya Edgar Muller).

3. Andres Amador (lihat situs nya disini).

Seorang seniman luar biasa yang melihat pasir di pantai sebagai kanvas nya! Sangat indah dan luar biasa!

4. Eric Grohe (lihat karya fantastis nya disini!)

Apakah anda melihat niagara di sana? Hm. Mungkin anda salah. Sebenarnya, tidak pernah ada Niagara di situ. Itu hanya kanvas milik Eric Grohe! Dinding dibawah adalah sebelum dilukis.

 

Jadi, apa kanvas mu?

Saya pribadi masih menikmati kanvas digital di media komputer. Pendekatan tiap karya di media-media tersebut dapat dipastikan selalu diawali sketsa kasar terlebih dahulu. Yang membedakannya adalah, di media apa kita akan berkarya? Dan sentuhan akhir macam apa yang ingin kita taruh di kanvas kita? Entah cat akrilik, pensil warna, cat air, cat tembok, kapur, sampai pasir sekalipun, semua hanya menunjukkan betapa kreatif nya manusia!

Sesuatu untuk direnungkan :

“Kalau manusia yang terbatas saja bisa sedemikian mengagumkan dalam kreatifitasnya.

Bagaimana dengan Pencipta manusia? Seberapa kreatifnya Sang Pencipta segala sesuatu?”

 

Wall Painting

Tuhan yang membuat segalanya mungkin. Melalui bantuan teman-teman seperti Mas Markus, Mbak Irene, dan Mbak Eli, debut perdana melukis di dinding akhirnya selesai. Memakan waktu seharian, dari pukul 9.30 pagi sampai 16.oo, tentu dengan diselingi beberapa kali break untuk makan siang dan snack.

Kesan yang diinginkan adalah segar, bernuansa alam, dan ‘fresh’. Saya tidak tahu apakah berhasil atau tidak memunculkan kesan-kesan itu, tapi sekali lagi, ini adalah kali pertama saya mengerti dan mencoba melakukan sesuatu dengan dinding menggunakan cat. Dan saya menikmati proses bersama Tuhan yang setia. Berikut detail daun :