LSD – Thunderclouds illustration

Mendapat inspirasi bisa dari apapun. Salah satunya adalah musik video. Baru-baru ini saya kembali diinspirasi video klip dari band kolaborasi LSD (Labrinth, Sia, Diplo) berjudul “Thunderclouds” (link).

Saya sangat menyukai palet warna dari video klip ini. Menurut saya sangat fantasi. Tidak cukup dengan itu, berbagai detil dalam video juga mendukung pernyataan saya ini. Mobil van panjang yang terbang, dilengkapi mesin seperti sayap dan bergaya sedikit steampunk, tapi interiornya agak crowded dengan berbagai ornamen bergaya etnik.

Sebagai concept artist, hal ini mendorong saya untuk mencoba menggunakan ide-ide ini untuk menghasilkan satu kreasi yang terinspirasi dari berbagai elemen dari video klip tersebut. Just wanna have fun with this fantasy illustration.

20.12.19

 

Musik, Drum dan Berkarya

Meski blog ini bernama ‘artblog’, tapi, bagi saya, musik juga merupakan elemen penting dalam proses saya berkarya. Musik tidak bisa lepas dari hidup saya.

Sempat belajar alat musik bernama drum dan menjadi ‘anak band’ di era sekolah dulu, juga sempat 2.5 tahun terlibat di sebuah pelayanan gereja, membuat saya memang menjadikan musik, bukan hanya hobi, tetapi juga inspirasi, penghilang stres dan mood booster.

Begitu pun setelah berkarir sebagai digital artist/ illustrator. Spotify siap dengan daftar  playlist buatan, siap menemani selama saya memutar otak menghasilkan ide, konsep, dan desain-desain (entah di kantor, maupun rumah).

FUNFACTS: Karena kesibukan dan ketidakmampuan membeli drum set 1:1, saya bersyukur menemukan berbagai apps drum menarik dari smartphone. Dan itu cukup untuk mengobati kerinduan saya akan bermain musik, meski kali ini, tidak pernah terlibat lagi dalam sebuah band apapun.

Beberapa apps yang pernah saya mainkan (bahkan membantu saya saat harus latihan drum dari rumah, sebelum perform)

hqdefault

Real drum

images

Drum kits (classic & metal version)

Terlibat di sebuah pementasan teater musikal Flower of Destiny!

Sejak April 2018 lalu, saya mendapatkan sebuah kesempatan langka untuk bisa berkontribusi di project kantor saya, yaitu teater musikal Flower of Destiny the Musical (link disini). Ini adalah debut dan karya perdana kami di bidang ini. Art, musik, cerita dan settingnya murni 100% dikembangkan sendiri oleh tim dimana saya bekerja setiap harinya. Diperkuat dengan aktor dan aktris teater muda berbakat yang telah di audisi, maka, kombinasi ini menghasilkan sebuah karya yang akan dipentaskan besok, 7 September 2018, di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, pada: Show 1 – pukul 16.00 WIB dan Show 2 – pukul 19.30 WIB.

Terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, semua bahu-membahu berkarya untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang (semoga) bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, baik anak-anak, hingga seluruh anggota keluarga. Harapannya melalui teater musikal bernuansa budaya Indonesia berbalut sentuhan fantasi ini, banyak nilai kehidupan dan pesan-pesan positif dapat diterima masyarakat Indonesia. Seperti keberanian, pengharapan, dan cinta.

Saya sendiri cukup beruntung dipercaya sebagai set designer/ stage concept designer. Dan ini adalah kali pertama bagi saya dalam mendesain mood, atmosfer, desain, dan detil di sebuah panggung pementasan teater musikal. Sebuah kesempatan yang menantang namun menggairahkan!

Doakan semoga pementasan besok sukses ya! Amin. Terimakasih sudah berkunjung!

Fod

 

 

Paramore fanart

Saya penggemar dari Paramore. Band yang digawangi oleh Hayley Williams (vokalis), Zac Farro (drummer) dan Taylor York (gitaris) ini, menyita perhatian saya beberapa tahun lalu dengan hits nya “Misery Business” ketika saya sedang bermain game Saints Row di PS3. Memang cara yang sedikit unik dan aneh bagaimana akhirnya saya mengikuti sepak terjang band ini hingga kini. Band yang sudah bergonta-ganti personil ini tetap terus berkarya meski kali ini, di album After Laughter nya, membawakan nuansa dan atmosfer musik yang berbeda dari album-album sebelumnya.

paramore combi illustration_2

 

Fan art ini dibuat untuk menyambut konser Paramore beberapa waktu lalu, yang sayangnya terpaksa dibatalkan, akibat sang vokalis terkena penyakit serius di tenggorokannya. Tapi, bagi saya, meski akhirnya belum kesampaian menonton konsernya, tapi mendisiplin diri untuk tetap menyelesaikan apa yang sudah dimulai bagi seorang concept artist/ illustrator adalah suatu keharusan.

Semoga Paramore segera datang lagi ke Indonesia dan kali ini bisa terselenggara dengan baik.

First 2012 caricature commission!

Yeah, puji Tuhan, masih diberi kepercayaan untuk mengerjakan karikatur, walau memang saya akui, akhir-akhir ini saya lebih menyibukkan diri dengan dunia ‘konsep desain dan pengembangan visual (visual development) sejak berkarya di Trans Studio’, tapi syukurlah masih bisa melatih diri dengan mengingat metode, teknik, dan prinsip berkarikatur yang sudah lama tidak diasah. Semoga tetap bisa menikmati karikatur-karikatur saya di tahun ini!