Gundala, Putra Petir, superhero asli Indonesia. Tidak kalah keren dari jagoan Marvel atau DC Comic!

Harus diakui, saya bukanlah kolektor atau pembaca setia komik superhero, entah itu Marvel, DC Comic, atau karya komikus Indonesia. Saya dulu malah lebih banyak membaca komik macam Doraemon, Detektif Conan, Detektif Kindaichi, dan tentu, Dragon Ball.

Tapi, belakangan ini, “serangan” bertubi-tubi tokoh superhero asal Amerika, datang silih berganti di layar bioskop kita, baik itu dari Marvel maupun DC. Semuanya begitu keren, begitu luar biasa, baik ceritanya maupun desain karakternya. Mereka berlomba-lomba merebut hati pasar Indonesia yang memang sudah pasti menggilai tiap karya mereka. Begitu pun saya. (Meski sejak ada baby, belum banyak lagi update film-film tersebut).

Sampai akhirnya, di bulan ini, rasa haus dan dahaga pecinta superhero akan dipuaskan dengan kehadiran sosok legendaris asli Indonesia. Dialah superhero lokal, Wiro Sableng, 212 warrior. Sebuah jawaban atas kerinduan masyarakat Indonesia untuk menyaksikan tayangan superhero lokal yang digarap dengan kualitas tinggi dan tidak kalah dari karya Hollywood. Must watch!

Tarik mundur jauh ke belakang. Ada satu sosok pahlawan asli Indonesia, yang diciptakan oleh almarhum Harya Suryaminata atau dikenal dengan nama Hasmi, yaitu Gundala Putra Petir (1969). Gundala diciptakan Hasmi menyusul populernya cerita pahlawan super di dunia komik pada tahun 1960-an. Ide kekuatan Gundala yang berupa petir menurut Hasmi didapat dari tokoh legenda Jawa Ki Ageng Sela yang diceritakan bisa menangkap petir. Sementara bentuk fisik Gundala sendiri mendapat inspirasi dari bentuk karakter The Flash ciptaan Gardner Fox dari DC Comics. (sumber: Wikipedia).

20161106184347_137

Berawal dari dirilisnya buku the Art of Wiro Sableng, 212 warrior, karya studio ilustrasi ternama Indonesia, Caravan studio, dimana ditampilkan berbagai konsep, sketsa, dan ilustrasi berkualitas dunia, dari proses pembuatan Wiro Sableng, dari awal hingga produksi. Yang semuanya dikerjakan oleh pemuda-pemudi asli Indonesia. Saya pun terinspirasi untuk “mencoba” bereksperimen dengan me-remake tokoh Gundala.

Saya mengandai-andaikan jikalau Gundala dibuatkan versi movienya, kurang lebih, seperti inilah tampilan yang bisa saya berikan (meski masih banyak kekurangan disana sini). Saya banyak mengacu pada konsep karakter dari Marvel Cinematic Universe (MCU), yang didesain oleh Andy Park (website) dan Ryan Meinerding (website). Dua artist milik studio Marvel yang karyanya sudah mendunia.

gundala_redesign_1

Saya iseng-iseng menggunakan wajah Iko Uwais sebagai model dan pemeran tokoh Gundala. Hm, apakah Gundala jadinya akan bertarung pencak silat juga? Kenapa tidak?

Yup, masih akan banyak belajar dari jago-jago gambar dari berbagai penjuru dunia. Tapi, satu yang pasti, Indonesia sudah dan sedang berjalan di track yang benar dalam meningkatkan industri kreatifnya. Memang, kita masih jauh ketinggalan dari Amerika dan Jepang. Tapi, lebih baik berusaha daripada menyerah sebelum bertanding bukan?

Terimakasih sudah membaca!

gundala_redesign_head

Indonesia: Not perfect. But it’s still awesome!

Sudah sejak lama saya menantikan ingin mengembangkan sendiri personal project untuk meningkatkan kemampuan dalam storytelling dan menggambar saya (khususnya, digital painting dan ilustrasi). Akhirnya, karya ini pun lahir: “Greet One Another” (menyapa satu dengan yang lainnya). Terinpsirasi dari kekayaan Indonesia, baik dari keramahan orang-orangnya, hingga keragaman profesi dan sosial-budayanya. Karya ini menjadi awal dari serial ilustrasi lainnya yang ingin saya kerjakan di sela-sela pekerjaan kantor saya. Semua bertemakan: Indonesia. Mengapa? Karena saya percaya, meski Indonesia tidak sempurna, tetapi tetap menakjubkan!

Sedikit proses pembuatan ilustrasi “Greet One Another.” Selamat menikmati.

ilustrasi_0_sketchilustrasi_1_sketch

ilustrasi_2_sketchilustrasi_3_sketchilustrasi_1

Happy birthday, love!

Ini adalah harimu. Ini adalah hari milikmu. Tuhan menganugerahkannya padamu. Mari bersyukur dan bersukacita. Memuji Tuhan. Memuji kebesaran nama-Nya. Kesetiaan-Nya. Walau kita merayakannya berbeda tempat.

Berbeda pulau. Berbeda tempat. Tidak masalah. Yang terpenting adalah hati yang melimpah dengan ucapan syukur.

Selamat ulang tahun teman, sahabat, rekan, partner, kekasih, dan saudariku. Dwi Hutapea. Tuhan menyertai kehidupanmu selama-lamanya.

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa

dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering,

dan akan membaharui kekuatanmu;

engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik

dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

27th wedding anniversary

Hanya karena pertolongan Tuhan dan kebaikanNya yang tidak pernah bisa kami balas, saya sebagai anak merasa bahagia mengetahui hari ini, 25 Agustus 2011 orang tua saya merayakan kebersamaan mereka dalam perjalanan pernikahan mereka yang sudah menginjak 27 tahun. Puji Tuhan di tempat tertinggi untuk anugerah ini!!

Ilustrasi sederhana ini dibuat untuk merayakan hari jadi mereka.

Betapa bahagianya saya dan tentu kakak saya (asyera bella a.k.a. abe a.k.a. wanita setengah sadar) untuk hari berbahagia orang tua kami ini. Saya belajar banyak tentang keluarga dari semua peristiwa ini.

Tetapi betapa pun indahnya keluarga, tentu rintangan dan kesulitan selalu dan akan terus berdatangan. Tapi sekali lagi, tiap keluarga selalu memiliki permasalahannya masing-masing. Unik. Berbeda. Dan sudah seharusnya tidak perlu dibandingkan/ membandingkan satu dengan lainnya.

Tugas saya sebagai anak sederhana. Meneladani mereka. Menghormati mereka dengan hidup kita. Mengasihi mereka. Dan berdoa bagi mereka.

Keluarga harus berlandaskan fondasi yang benar. Dan fondasi seperti apa lagi yang bisa lebih tepat selain Tuhan sendirilah fondasi itu! Saya tidak mengatakan harus beragama A atau kepercayaan B dan seterusnya. Tetapi, alangkah baiknya, jika sebuah keluarga selalu mengarahkan dirinya kepada Tuhan. Karena ide tentang keluarga itupun datangnya dari Tuhan.

^.^

DeviantART’s Birthday “Skribble Contest”

Baru-baru ini saya mengikuti kontes ulang tahun DeviantART (situs art paling populer di dunia!). Terlepas dari kesibukan pekerjaan kantor dan pesenan karikatur, saya tetap penasaran untuk menguji kemampuan saya di kontes ini. Tidak usah memikirkan muluk-muluk untuk menjadi juara 3, 2, bahkan 1, tujuan saya adalah belajar, menguji kemampuan, juga melatih kreativitas diri.

Skribble contest ini bertujuan memancing daya imajinasi para anggota DeviantART untuk melanjutkan gambar dari pola yang sudah ditetapkan. Dan pola itu tidak boleh diubah-ubah, dipisahkan satu sama lain, tetapi tetap boleh diputar-putar (rotate).

Maka berikut proses pembuatan karya saya menggunakan pola di atas.

Siapa yang tidak suka Batman? Setelah pola itu saya putar-putar, saya mendapati bahwa bentuk lancip itu bisa digunakan membentuk hidung Penguin, musuh lama Batman. Dan proses pun terus mengalir, sampai pada tahap pewarnaan. Saya akui dengan keterbatasan waktu, saya cukup terburu-buru menyelesaikannya. Bersyukur tetap bisa memasukkannya di bawah tenggat waktu lomba. Semoga lebih baik di kontes-kontes berikutnya.