Indonesia: Not perfect. But it’s still awesome!

Sudah sejak lama saya menantikan ingin mengembangkan sendiri personal project untuk meningkatkan kemampuan dalam storytelling dan menggambar saya (khususnya, digital painting dan ilustrasi). Akhirnya, karya ini pun lahir: “Greet One Another” (menyapa satu dengan yang lainnya). Terinpsirasi dari kekayaan Indonesia, baik dari keramahan orang-orangnya, hingga keragaman profesi dan sosial-budayanya. Karya ini menjadi awal dari serial ilustrasi lainnya yang ingin saya kerjakan di sela-sela pekerjaan kantor saya. Semua bertemakan: Indonesia. Mengapa? Karena saya percaya, meski Indonesia tidak sempurna, tetapi tetap menakjubkan!

Sedikit proses pembuatan ilustrasi “Greet One Another.” Selamat menikmati.

ilustrasi_0_sketchilustrasi_1_sketch

ilustrasi_2_sketchilustrasi_3_sketchilustrasi_1

Advertisements

Happy birthday, love!

Ini adalah harimu. Ini adalah hari milikmu. Tuhan menganugerahkannya padamu. Mari bersyukur dan bersukacita. Memuji Tuhan. Memuji kebesaran nama-Nya. Kesetiaan-Nya. Walau kita merayakannya berbeda tempat.

Berbeda pulau. Berbeda tempat. Tidak masalah. Yang terpenting adalah hati yang melimpah dengan ucapan syukur.

Selamat ulang tahun teman, sahabat, rekan, partner, kekasih, dan saudariku. Dwi Hutapea. Tuhan menyertai kehidupanmu selama-lamanya.

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa

dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering,

dan akan membaharui kekuatanmu;

engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik

dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.

27th wedding anniversary

Hanya karena pertolongan Tuhan dan kebaikanNya yang tidak pernah bisa kami balas, saya sebagai anak merasa bahagia mengetahui hari ini, 25 Agustus 2011 orang tua saya merayakan kebersamaan mereka dalam perjalanan pernikahan mereka yang sudah menginjak 27 tahun. Puji Tuhan di tempat tertinggi untuk anugerah ini!!

Ilustrasi sederhana ini dibuat untuk merayakan hari jadi mereka.

Betapa bahagianya saya dan tentu kakak saya (asyera bella a.k.a. abe a.k.a. wanita setengah sadar) untuk hari berbahagia orang tua kami ini. Saya belajar banyak tentang keluarga dari semua peristiwa ini.

Tetapi betapa pun indahnya keluarga, tentu rintangan dan kesulitan selalu dan akan terus berdatangan. Tapi sekali lagi, tiap keluarga selalu memiliki permasalahannya masing-masing. Unik. Berbeda. Dan sudah seharusnya tidak perlu dibandingkan/ membandingkan satu dengan lainnya.

Tugas saya sebagai anak sederhana. Meneladani mereka. Menghormati mereka dengan hidup kita. Mengasihi mereka. Dan berdoa bagi mereka.

Keluarga harus berlandaskan fondasi yang benar. Dan fondasi seperti apa lagi yang bisa lebih tepat selain Tuhan sendirilah fondasi itu! Saya tidak mengatakan harus beragama A atau kepercayaan B dan seterusnya. Tetapi, alangkah baiknya, jika sebuah keluarga selalu mengarahkan dirinya kepada Tuhan. Karena ide tentang keluarga itupun datangnya dari Tuhan.

^.^

DeviantART’s Birthday “Skribble Contest”

Baru-baru ini saya mengikuti kontes ulang tahun DeviantART (situs art paling populer di dunia!). Terlepas dari kesibukan pekerjaan kantor dan pesenan karikatur, saya tetap penasaran untuk menguji kemampuan saya di kontes ini. Tidak usah memikirkan muluk-muluk untuk menjadi juara 3, 2, bahkan 1, tujuan saya adalah belajar, menguji kemampuan, juga melatih kreativitas diri.

Skribble contest ini bertujuan memancing daya imajinasi para anggota DeviantART untuk melanjutkan gambar dari pola yang sudah ditetapkan. Dan pola itu tidak boleh diubah-ubah, dipisahkan satu sama lain, tetapi tetap boleh diputar-putar (rotate).

Maka berikut proses pembuatan karya saya menggunakan pola di atas.

Siapa yang tidak suka Batman? Setelah pola itu saya putar-putar, saya mendapati bahwa bentuk lancip itu bisa digunakan membentuk hidung Penguin, musuh lama Batman. Dan proses pun terus mengalir, sampai pada tahap pewarnaan. Saya akui dengan keterbatasan waktu, saya cukup terburu-buru menyelesaikannya. Bersyukur tetap bisa memasukkannya di bawah tenggat waktu lomba. Semoga lebih baik di kontes-kontes berikutnya.

Kolaborasi Sidauruk Bersaudara!

Sudah saya katakan, saya selalu bangga dengan kakak kandung saya, terlepas dia “setengah sadar” (check out her blog http://wanitasetengahsadar.tumblr.com/) dan artwork blog nya (http://www.asyerabellas.com/) yang selalu mengejutkan tiap kali dikunjungi!

Walau sudah lewat 5 hari, kemerdekaan Indonesia 17 Agustus lalu seharusnya memang tidak pernah dijadikan sekadar formalitas bangsa ini. Terlepas dari betapa membanggakannya Indonesia dari segi prestasi anak-anak bangsanya dalam pendidikan, atau kejuaraan demi kejuaraan (dimana Indonesia sudah menjadi langganan peraih medali emas beberapa cabang pendidikan!), bangsa ini tetap memiliki berbagai kelemahan. Satu hal yang mencolok tentu adalah kemerosotan moral. Tidak usah langsung mengarahkan pandangan pada para pejabat negara, kita pun sebagai warga negara seringkali juga tidak memberikan perbedaan yang berarti. Kita masih harus belajar.

Bangsa ini tetaplah bangsa yang membanggakan. Tetap memiliki harapan. Tetap memiliki orang-orang yang luar biasa untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sayangnya kita masih cukup egois untuk terus membesarkan diri dan golongan sendiri, tanpa berbelaskasihan kepada sesama lagi. Ini titik kejatuhan Indonesia di mata saya.

Kasihilah sesama kita seperti diri kita sendiri.

Selamat merdeka Indonesia! Merdekalah dalam tiap aspek kehidupan, jangan puas hanya merdeka dari para penjajah saja.

Ini kolaborasi saya dan kakak saya, Asyera Bella dalam memeriahkan HUT RI ke-66. Enjoy!

Saya menggambar bagian bawah, dan kakak saya dengan ciri khasnya yang kental, menampilkan gambar wanita di bagian atas lengkap beserta latar belakang, menggambarkan bangsa ini harus sedikit demi sedikit bangkit, terutama dalam memerangi KORUPSI yang merajalela.

Bersyukur bisa kolaborasi dengan kakak kandung sendiri 🙂

Berpikirlah dua kali, sebelum…

Apakah anda pernah menyaksikan pemandangan di jalan raya dimana dari dalam kendaraan pribadi, seseorang membuang sampah ke jalan raya?

Saya pernah melihatnya. Bahkan beberapa kali. Tentu saya mengecam semua tindakan tidak bermoral tersebut. Memang tindakan tersebut tampak sederhana dan ‘tidak terlalu berbahaya’. Tapi dampaknya di kemudian hari adalah kerugian bagi semua orang!

Banjir, diakibatkan menumpuknya sampah, penyebaran berbagai jenis penyakit, dan masih banyak lagi. Haha, komik ini hanya pemikiran sederhana. Seandainya saja jalan raya bisa bereaksi seketika saat seseorang pengguna jalan membuang sampahnya seperti pada komik ini. Maka… sudah dapat dipastikan, tak ada seorangpun yang masih ‘nekad’ membuang sampah dari dalam kendaraan pribadi mereka ke jalan raya. Karena itu tindakan yang amat memalukan!

Buanglah sampah (organik/ non organik) pada tempatnya, teman!

The Obstacles

Mengerjakannya selama waktu jeda di kantor. Dan berakhir dengan warna disana-sini. Saya menikmati tiap masukan, kritik dari teman-teman di Trans Studio (art team), mereka sangat terbuka dan responsif dalam memberi input pada saya sehingga saya bisa belajar lebih lagi. Thanks, guys!

Kurang lebih 5-6 jam total dengan PS CS3 dan Wacom Intuos4 – punya kantor :p.

Bercerita tentang seorang jagoan yang ingin segera menyelesaikan misinya untuk dapat kembali ke planet asalnya. Sayangnya di sepanjang perjalanannya, ia harus berhadapan dengan penghuni planet setempat. Apakah ia mampu melalui hadangan makhluk-makhluk itu?

Disini saya berlatih:

  • Menentukan komposisi.
  • Mendesain makhluk fantasi dan airship.
  • Mewarnai bayangan dan pencahayaan.
  • Menggunakan foto referensi tekstur dan meletakkannya secara efektif.
  • Memadukan berbagai macam jenis brushes di PS.