FF VII Food Truck art collab!

Dengan antusias saya membagikan update terbaru ini. Yaitu sebuah kolaborasi menarik oleh saya dan Erick Sambora (portfolionya). Ia adalah rekan ilustrator, dan concept artist berbakat dengan style yang unik dan menonjol. Kami bekerja di studio yang sama hingga kini, sebagai environment concept artist.

Bermula dari kesamaan minat kami soal video game, playstation, dan Final Fantasy VII (game RPG produksi 1997 oleh Squaresoft – dulu, sebelum menjadi Square Enix), maka, kami sepakat melakukan kolaborasi untuk food truck hari ke-55 dari challenge Draw100somethings yang saya lakukan.

Sketsa oleh saya, dan pewarnaan dengan teknik 2D olehnya.

Gara-gara kolaborasi ini, keinginan bernostalgia memainkan game lawas macam FF7 pun tak terelakkan. Sebuah game yang akan selalu dikenang. Dan bukan suatu kebetulan. dalam waktu dekatpun, PS4 (konsol next-gen saat ini) bersiap merilis Final Fantasy VII Remake.

FF7_foodtruck_ColorFF7_foodtruck_TruckonlyFF7_foodtruck_Sketch

Advertisements

Speedpainting Stuff!

Sedikit update untuk speedpainting exercise saya di sela-sela pekerjaan studio.

Durasi: 30 menit – 1 jam untuk tiap sketsa.

Tools: Photoshop CS6, Wacom Cintiq

23Juli19_confrontation23Juli19_GoroVSJohnnyCage23Juli19_hideandseek23Juli19_interogation24Juli19_drawing1

The Last of Us

Mari bicara mengenai videogame.

Satu topik yang jarang saya bahas, tapi kalau boleh jujur, video game merupakan alasan utama mengapa sejak semula saya akhirnya terjun ke dunia ini. Dunia kreatif. Dunia desain dan digital art. Dunia kaya imajinasi.

Dua puluh tahun lalu, sejak saya mulai bermain video game di berbagai konsol, entah itu Atari, Nintendo, Sega-Mega Drive, Dreamcast, XBOX, sampai Playstation 1, 2, 3, saya mendapati diri sebagai gamer tulen. Ya, saya pemain video game fanatik!

Singkat cerita, saya menemukan keseruan lain selain menjadi player (hanya sebagai pemain saja), yaitu bagaimana jika menempatkan diri sebagai creator atau game developer (pembuat game). Itulah awal bagaimana saya ingin masuk ke kampus saya dulu di Bandung. Meski gagal di pilihan pertama (DKV) dan malah masuk di Desain Interior.

Tapi, passion itu tetap ada. Saya ingin menjadi concept artist yang mampu membangun sebuah dunia imajinasi di sebuah video game, atau di industri lain yang sejenis.

Puluhan judul game sudah saya mainkan, dan tuntaskan. Sampai pada Juni 2013, muncullah game berjudul The Last of Us (TLOU) di Playstation 3. Karya studio Naughty Dog (kreator Jak & Daxter, Uncharted series, dll).

Sebuah game yang sungguh mengguncang dunia.

TLOU_BANNER

Mengubah mindset dan pemikiran bahwa game ‘hanya mainan’ dan tidak lebih dari itu. Justru, dari game TLOU inilah, menjadi titik balik krusial dalam industri video game dunia, khususnya bagi para pembuat game, bukan hanya sibuk menampilkan grafik indah dan gameplay menyenangkan saja.

Tapi, elemen kunci yaitu story mulai mendapat tempat maha tinggi di dunia video game. Bahkan story, kini, lebih utama ketimbang tampilan graphic indah dan detil pada sebuah game.

Menurut saya pribadi, TLOU menjadi juara, alasan utamanya adalah storydiikuti elemen lain yang juga memukau yaitu desain, gameplay, graphic, dan music. Silahkan buka link berikut untuk membaca lebih lengkap (LINK).

Pesan yang paling menyentuh bagi saya adalah bagaimana hubungan bapak dan anak perempuan (padahal semula orang asing satu dengan yang lain) dibangun dan makin kuat sepanjang petualangan mereka mencoba bertahan hidup di era post-apocalypse. Hingga akhirnya…. (Spoiler). Lebih baik, Anda membuka sendiri link diatas.

The Last of Us segera mendapat tempat di hati saya. Saya bahkan sampai menamatkannya 3x dan 1x masih on going (meski sudah berkeluarga, saya pernah begadang hanya untuk memainkannya, namanya juga gamer fanatik).

Kini, 2019, berita yang dinanti-nantikan seluruh penggemar TLOU itu masih misteri, yaitu kapan tanggal rilis dari bagian ke-2 cerita luar biasa TLOU ini.

Sebagai bentuk apresiasi, saya sempatkan membuat fanart dari Ellie, protagonis kisah ini.

Ellie_fanart

Food Truck 26 – 50

Tidak terasa, draw100somethings saya sudah mencapai angka 50! Alias setengah jalan dari tujuan utama, yaitu 100 macam desain food truck.

Sebuah raihan yang amat sulit dan menantang. Di lakukan di berbagai sela kehidupan. Saat sedang menanti keluarga. Saat tengah sendiri. Saat sedang liburan di Bali, dst.

Intinya, terus berkarya. Terus berusaha. Terus belajar. Terus mengasah diri. Terus mencari inspirasi. Terus berjuang!

Food truck summary 26 - 50

Desain food truck ke-26 sampai ke 50, dari total target desain 100 buah food truck.

Foodie Art Challenge (Part 3) – Completed

Sebuah kerja keras amat dibutuhkan untuk menuntaskan sebuah art challenge sebulan penuh. Di tengah kesibukan, rutinitas, dan pekerjaan utama di sebuah perusahaan animasi, adalah sebuah keharusan bagi saya untuk tetap mempertajam diri, dengan sebuah personal project. 

Sejak awal, tujuan art challenge ini adalah agar saya tetap bisa bersenang-senang dan terus berkarya. Tidak stuck dengan pekerjaan rutin. Sehingga pikiran tetap segar, imajinasi terus dipertajam, dan kesempatan melatih konsistensi.

Akhirnya, perjalanan itu berakhir. Art Challenge di bulan Mei 2019 dengan tema ‘makanan’ ini pun tuntas. Mungkin bukan 31 karya yang masterpiece dan sempurna. Tetapi, saya lebih mengedepankan konsistensi, habit positif dalam berkarya, dan kemampuan berpikir kreatif sesuai tema yang ditentukan.

Terimakasih sudah mengikuti art journey saya selama ini.

 

Foodie Art Challenge (Part 2)

Meski semakin sulit mencari waktu belakangan ini untuk menggambar food art challenge kantor, akhirnya, saya tetap dapat menghasilkan beberapa update karya. Meski harus diakui, saya tidak sepenuhnya puas dengan beberapa diantaranya.

Tapi, hey! ini bukan tentang menciptakan masterpiece dan karya sempurna! Tapi terlebih penting: konsistensi, habit positif, belajar sambil berkarya, dan terus mengasah daya imajinasi. 

Finished. Period. Not perfect. Period.