Perjalanan menjadi orang tua selama 7 bulan ini

Tak terasa, sudah 7 bulan kami diberi kepercayaan Tuhan menjadi orang tua bagi anak pertama kami, Tabitha. Bersyukur untuk semua ini!

Meski seharusnya hal ini bukanlah alasan mengapa saya tidak lagi sering mengupdate blog ini (baik lewat tulisan maupun gambar), tapi memang, kapasitas dalam membagi waktu keluarga dan pribadi (update blog) tetap begitu menantang untuk dijalani.

Tapi semoga ke depan, bisa mulai konsisten lagi mengupdate blog, meski hanya sesuatu yang sederhana.

Selama bulan-bulan tersebut, satu hal krusial yang menjadi poin penting dalam kami menjalankan peran sebagai orang tua (yang keduanya bekerja) dengan segala keberhasilan dan kegagalan – memang masih awal (menuju 5 tahun pernikahan dan anak yang usia 7 bulan), tapi sudah mencoba mengevaluasinya secara reguler – adalah betapa pentingnya arti komunikasi di antara sang suami dan istri tersebut.

Komunikasi ini meliputi segala hal, dari hal paling sederhana dalam kehidupan berkeluarga, sampai aspek penting dalam menentukan arah dan langkah ke depannya.

Kehadiran sang buah hati tidak boleh menjadi alasan ‘kurangnya kualitas hubungan dan komunikasi’ di antara suami dan istri. Jikalau anak diijinkan menjadi ‘sekat’ bagi hubungan yang seharusnya terus intens antara sang bapak dan ibu, maka, kalau saya amati, sebenarnya kita sedang menyiapkan bom waktu dalam kehidupan berumahtangga.

Kesediaan menyediakan waktu untuk mendengarkan, curhat, sharing, ngobrol, atau membagikan update masing-masing di tengah rutinitas bekerja sambil merawat dan mengasuh anak memang sangatlah menantang. Bersyukur ada orang tua istri yang juga membantu mengasuh anak.

Sangat menantang? Bagaimana tidak? Sudah lelah bekerja seharian, apakah masih ada kapasitas untuk sharing dan komunikasi? Belum lagi suara kita (orang dewasa) bisa membangunkan waktu tidur si anak. Jadi betapa langkanya kesempatan berkomunikasi bagi suami dan istri.

Namun, saat kami mulai menyepakati untuk tetap menyediakan waktu berkomunikasi (dari hal sepele sampai penting) setiap harinya, bisa di pagi hari saat menunggu kereta istri datang, atau di saat prime time di ruang tv (tanpa menghidupkan tv), maka bonding dan kesehatian di antara kami tetap terjaga – ini yang saya amati.

Membesarkan anak tidaklah mudah. Bukan pekerjaan satu pihak saja. Ini melibatkan kedua belah pihak, suami dan istri secara berkesinambungan, intens, kontinyu, dan tidak ada saling melempar tanggung jawab, ditambah anggota keluarga lain yang terlibat di dalamnya (orang tua, saudara, dll). Keberhasilan si anak, adalah keberhasilan kedua orang tua. Ini kerja sama. Ini aktivitas “saling”. Saling back-up, saling support, saling mengisi, saling menopang, saling mengingatkan, saling berbagi informasi berguna, dan saling-saling lainnya.

Jadi, dua poin utama ini: komunikasi dan kerja sama yang menjadi highlight saya dalam terus belajar menjalankan peran sebagai bapak dan suami di keluarga.

Oh, saya hampir melupakan satu poin lainnya yang tidak kalah penting. Justru (ternyata) ini yang paling penting. Hal itu adalah..

“Peran Tuhan sebagai Pusat di sebuah rumah tangga (keluarga).”

Apa maksudnya?

Saat dua orang dewasa, suami istri, yang penuh kelemahan dan kekurangan, yang jauh dari kata sempurna ini akan berusaha membesarkan seorang manusia baru, tentu tidak ada jaminan bahwa mereka akan berhasil melakukannya. Bagaimana bisa menjadi penghasil manusia – bukan dimaksudkan sebagai pabrik produksi anak, tapi lebih pada seorang yang bertanggungjawab menghasilkan generasi muda berikutnya dalam kehidupan – yang baik jika pada dasarnya, sang suami dan istri adalah dua manusia yang juga sangat banyak kekurangan (kelalaian, kekurangsigapan, ketidakadaan pengalaman, egois, keras hati, cuek, dll)? Maka, disinilah maksud pentingnya menjadikan Tuhan Pusat dalam keluarga.

Semua dari Tuhan dan sesungguhnya dikaruniakan Tuhan.

Jadi, betapapun kesanggupan orang tua kelak dalam membesarkan anak, tidak ada celah untuk suami dan istri dalam meninggikan diri dan mengklaim, “keberhasilan ini adalah karena kehebatan/ kecakapan saya sebagai orang tua” dan seterusnya. Sikap ini bisa menjauhkan dan mengecilkan peran Tuhan yang (sesungguhnya) sangat besar dalam kehidupan keluarga, dan dalam pertumbuhan si anak. Dan ini adalah suatu sikap yang keliru.

Pada akhirnya, semoga keluarga ini bisa terus berjalan ke arah yang diinginkan Yang Maha Kuasa. Berperan di dunia ini sesuai apa yang digariskan-Nya, dan terutama, meninggalkan generasi penerus yang takut akan Tuhan dan mencintai sesama. Karena, betapa berbahagianya orang tua yang mengetahui bahwa anak-anaknya hidup dalam kebenaran.

Terimakasih sudah membaca!

 

 

 

 

Advertisements

Paramore fanart

Saya penggemar dari Paramore. Band yang digawangi oleh Hayley Williams (vokalis), Zac Farro (drummer) dan Taylor York (gitaris) ini, menyita perhatian saya beberapa tahun lalu dengan hits nya “Misery Business” ketika saya sedang bermain game Saints Row di PS3. Memang cara yang sedikit unik dan aneh bagaimana akhirnya saya mengikuti sepak terjang band ini hingga kini. Band yang sudah bergonta-ganti personil ini tetap terus berkarya meski kali ini, di album After Laughter nya, membawakan nuansa dan atmosfer musik yang berbeda dari album-album sebelumnya.

paramore combi illustration_2

 

Fan art ini dibuat untuk menyambut konser Paramore beberapa waktu lalu, yang sayangnya terpaksa dibatalkan, akibat sang vokalis terkena penyakit serius di tenggorokannya. Tapi, bagi saya, meski akhirnya belum kesampaian menonton konsernya, tapi mendisiplin diri untuk tetap menyelesaikan apa yang sudah dimulai bagi seorang concept artist/ illustrator adalah suatu keharusan.

Semoga Paramore segera datang lagi ke Indonesia dan kali ini bisa terselenggara dengan baik.

Personal project: “Indonesia Fantasy”

Di 2018 ini, saya ingin (lebih lagi) menggiatkan diri dalam mempertajam dan membiasakan diri melatih kemampuan menggambar saya, khususnya digital. Baik dari pengembangan ide, sketsa kasar, hingga (mudah-mudahan) selesai.

Jika mengunjungi website untuk kategori desain dan art dalam bentuk digital, seperti Artstation.com, maka saya dapat menyimpulkan, bahwa kebanyakan karya yang ada selalu “bernuansa dan beraromakan luar negeri”, sementara kalau saya perhatikan, sesungguhnya, negara kita, Indonesia ini, sangatlah menginspirasi dan sangat layak dijadikan sumber ide dalam menggarap suatu karya, baik desain karakter hingga landscape.

Dari pemikiran inilah saya ingin (iseng-iseng) mulai saja menjalankan latihan pribadi saya dengan tema Indonesia Fantasy, yaitu sebuah serial berisi karya-karya digital saya yang terinspirasi dari keindahan, keragaman, dan keunikan Indonesia, baik budaya, tempat-tempat, hingga detil-detil lainnya.

So far, sketsa-sketsa yang baru selesai bisa dilihat di bawah.

Semoga ke depan semakin banyak karya lainnya dan tetap konsisten berlatih!

Monkey_forest_step_7_done

Gambar di atas terinspirasi dari Monkey Forest di Ubud, Bali. Looks creepy but very exotic! Sentuhan fantasinya tentu tampak pada patung raksasa berbentuk kepala monyet.

Sketch_22_2_2018_floating_marketGambar di atas terinspirasi oleh Floating Market di Kalimantan Selatan. Tapi dengan sentuhan fantasi.

Lembaran baru kehidupan berkeluarga : menjadi orang tua

Cukup lama saya absen memposting tulisan, dan kali ini datang dengan update terbaru yang bagi saya dan istri amat menggembirakan. Saya sudah resmi menjadi orang tua! Pada 5 Agustus 2017 lalu, putri mungil saya bernama Tabitha Raya Sidauruk telah Tuhan hadirkan di bumi dengan keadaan selamat dan sehat. Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi keluarga kami. Bagi saya dan istri. Dan petualangan penuh kesenangan, tantangan dan pembelajaran menanti di hadapan kami. Kali ini, bukan berdua, tapi bertiga. Dengan kebaikan Tuhan saja kami akan melangkah membangun keluarga ini.

Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Tabitha untuk membuat kami terjaga di malam hari. Terimakasih Tuhan untuk Tabitha di tengah keluarga kami.

sketch2 copy

Our 3rd Anniversary

Maaf telah absen cukup lama dalam meng-update blog ini.

Banyak hal terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini.

Puji Tuhan, hubungan saya dan Dwi sudah disertai Tuhan selama 3 tahun. Banyak hal terjadi, suka, sedih, kebersamaan, konflik, rekonsiliasi, dan segala hal yang bisa sama-sama kami nikmati dan jalani. Saya menghadiahi hubungan ini dengan sebuat ilustrasi sederhana bertemakan :

“Suka duka, berkelimpahan dan berkekurangan, keberhasilan dan kegagalan, kita hadapi bersama”. Semoga juga bisa menjadi pengingat bagi kami dalam menjalani hubungan ini ke depannya.

Hari jadi kami yang bertepatan dengan kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli itu diisi dengan makan malam dan diskusi kehidupan. Dan tentu tidak lupa mengevaluasi bagaimana hubungan ini dan seperti apa espektasi dan harapan ke depannya. Doakan agar hubungan ini bisa memberi warna positif dalam hidup sesama.

Our relationship milestone

Our relationship milestone

Hadiah pun diberikan tepat sebelum kami memesan makanan! :p Kami akan pajang gambar ini di kamar kami jika kami menikah kelak, agar mengingatkan kami selalu untuk tidak pernah menyerah dalam mendayung dan mengarahkan bahtera rumah tangga kami kelak ke tujuan akhir bersama.

 

Precious Moment

Awesome inspiring site for every digital artist!

Saya memang sudah mengetahui site keren ini http://www.conceptroot.com.. tapi saya mau membagi nya dengan teman-teman yang sedang terus mau belajar dan mencari inspirasi di dunia digital art sama seperti saya 🙂

Jadi, bisa lihat link ini dan nikmati tiap karya sambil mencari tahu bagaimana cara membuatnya.

Kalau saya, saya selalu coba mempelajari hal-hal berikut tiap kali mengunjungi site ini :

  • apa pesan atau ide yang ingin disampaikan. Gambar pemandangan apa yang disampaikan? “Wah, ini ruang penyimpanan senjata yang keren!”, atau “o, ternyata si desainer merancang suatu kawasan hutan yang futuristik”, dan lain sebagainya. Nikmati apa yang bisa dipelajari dari tiap karya.
  • bagaimana si pelukis digital ini menggambar dengan teknik perspektif, pelajari bagaimana ia menentukan titik hilang, sudut pandang, sudut pengambilan gambar, dan lainnya.
  • bagaimana si pelukis digital tersebut menentukan arah / sumber cahaya, apakah dari cahaya matahari, cahaya lampu neon, bagaimana ia bisa menghadirkan atmosfer seram, gelap, remang-remang, atau suasana lainnya.
  • bagaimana cara ia mewarnai? Pelajari bagaimana ia bisa mewarnai sedemikian keren, sedemikian realistis. Apa yang membuat karya tersebut bisa begitu indah? Apakah ada teknik tertentu, penentuan bayangan, efektifitas gelap terang, dan elemen lainnya.
  • bagaimana cara pelukis digital itu menentukan ornamen, objek, atau pelengkap di karyanya tersebut? Apakah desain robot, desain bangunan, desain mesin, pelajari semua itu, amati, nikmati, dan pasti ada hal yang bisa dipelajari.
  • dan masih banyak alasan lainnya mengapa kita perlu untuk terus belajar dan tidak sekadar terpukau melihat suatu karya.

Selamat mengunjungi situs ini dan menikmati dan mempelajari semua hal yang bisa dipelajari dari tiap karya spektakular tersebut 😀