Foodie Art Challenge (part 1)

Dalam rangka menjaga otak tetap fresh dan kreatif, saya dan teman-teman di kantor, mengadakan office art challenge di bulan Mei ini. Dan tema yang dipilih adalah : makanan. Tema makanan ini tetap memberi kebebasan si seniman untuk berkreasi. Bisa menjadikan makanan sebagai character, props, dan bahkan bagian dari suatu environment.

Berikut beberapa update karya saya dalam seminggu ini. Menjadi kesempatan bagus untuk bereksperimen, keluar dari zona nyaman, mempertajam lagi coloring skill. Dan harus tetap dikerjakan dengan fun!

Kreatifitas dan Virus

Saat ini, saya sedang berlatih. Berlatih untuk kreatif dalam segala sesuatu. Hidup merupakan medan latihan yang sangat baik untuk belajar kreatif. Mengembangkan kreatifitas sepanjang hari-hari yang masih dikaruniakan-Nya. Menariknya, memang banyak orang-orang kreatif di bumi ini. Ironisnya, tidak semua kreatifitas itu dipergunakan untuk maksud yang baik. Karena mungkin justru orang-orang paling kreatif adalah orang-orang yang malah menciptakan banyak kesulitan di muka bumi ini dengan kreatifitas mereka.

Virus yang baru saja menyerang laptop saya menjadi suatu contoh nyata dari kreatifitas yang disalahpergunakan. Virus. Saya percaya dirancang oleh kumpulan pribadi nan kreatif. Terlepas dari apapun motif di balik pembuatan virus-virus di seluruh penjuru dunia melalui dunia maya, saya pribadi tetap mengacungkan jempol pada mereka semua. Karena mereka secara kreatif mengembangkan suatu sistem dan program yang bisa memberi dampak pada dunia! Namun tentu mengecam keras tindakan dan kesukaan mereka dalam hal membuat masalah-masalah di dunia maya.

Ok. Cukup sampai di situ. Saya tidak lagi emosi dengan semua itu. Karena justru dari kasus ‘kreatifitas yang disalahpergunakan ini’, saya belajar bahwa Satu Pribadi yang Paling Kreatif itu menunjukkan sisi Maha-Kreatif-Nya dengan melatih saya berpikir kreatif dalam mengatasi masalah ini. Photoshop menjadi salah satu partner saya dalam tiap kesempatan menggambar. Namun, karena suatu hal -yang memang diakibatkan format ulang laptop saya-, saya harus belajar juga kreatif menggunakan software lain. Corel-lah software ‘baru’ itu. Tidak baru bagi desainer di luar sana, tapi ‘sangat baru’ bagi saya! Maka, begitulah awal mengapa saya saat ini sedang mencoba ‘bermain’ Corel lebih sering daripada Photoshop. Hahaha. Menarik, bagaimana menyadari ada Sosok Yang Paling Kreatif terus berkreasi juga dalam diri seniman-seniman, desainer-desainer, dan digital artist-digital artist di muka bumi ini. Ini penemuan saya baru-baru ini!