Sketch Our Playground Contest

Di masa-masa WFH dan #dirumahaja ini, seorang teman memberi informasi mengenai adanya kontes menggambar sketsa sebuah tempat bermain atau playground. Tampaknya ini merupakan kesempatan berlatih yang bagus bagi saya. Mengisi hari untuk hal yang produktif.

Maka saya pun segera mengumpulkan referensi, membangun tekad dan menyiapkan mental. Bukan untuk hadiah, tapi untuk tenggelam dalam proses yang tentu akan membutuhkan energi, konsentrasi, ide, kreativitas dan daya tahan, demi selesainya karya tersebut. Sekali lagi, tidak mau terjebak di mental ‘semangat di awal, runtuh di akhir.’ Finished, not perfect.

Berikut adalah sketsa yang saya masukkan di kontes #sketchourplayground ini.

Tigor_sketch_our_playground_buds_by_shangrila

Sedikit berbagi tahap pembuatannya:

Semoga bisa terus berkembang dalam hal sketsa. Baik secara tradisional, maupun digital.

Another entry for “The Dark Knight Rises T-shirt contest”

Kali ini, saya berkolaborasi dengan Yosua Adi (lihat karya-karya hebatnya di link ini). Dia yang mengerjakan line art, dan saya melanjutkan dengan sedikit pewarnaan.

Tarikan garis yang amat luar biasa dari Yosua, saya coba berikan atmosfer warna monokromatik, dan sedikit cahaya highlight di bagian bawah dari Bane, sang antagonis utama. Dengan harapan dapat memberikan kesan sedikit suram, gelap, dan mencekam, karena disini digambarkan Batman sedang berada di ambang kematiannya. Desain ini memang tidak berhasil menembus babak selanjutnya, tetapi kami berdua cukup puas karena sudah mencoba memberi yang terbaik. Kontes ini diadakan dalam rangka menyambut diputarnya episode terakhir dari trilogi “The Dark Knight : Rises” dalam waktu dekat ini. Espektasi amat tinggi. Jutaan penggemar batman akan menanti, akan seperti apa akhir dari Batman, sang prajurit kegelapan.

The Dark Knight Shirt Contest “The League Ends”

Kontes lainnya yang saya ikuti di bulan Maret lalu, sebuah kontes mendesain kaos untuk menyambut film yang sangat dinantikan jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Batman, The Dark Knight Rises (link).

Ini adalah kali pertama saya mengikuti kontes mendesain kaos. Sebelum inipun, saya juga pertama kali mendesain hoodie di deviantART contest. Dan walau tidak menang, pengalaman-pengalaman mencoba seperti ini tentu amat berharga buat saya.

Walau akhirnya gagal melangkah ke fase berikutnya, saya cukup puas dengan hasil akhir ilustrasi ini. Saya belajar banyak. Saya jadi mengerti hal-hal apa saja yang perlu diketahui jika mau menghasilkan karya yang ‘fantastis’ namun ‘efektif’ di sebuah kaos.

Kaos amat berbeda dengan kertas.

Desain pada kaos tidak sama dengan membuat suatu ilustrasi biasa di sebuah kertas. Karena bentuk alami dari kaos sendiri yang menuntut desainer untuk “membuat desain yang tampak sesuai di kaos tersebut”. Tidak sekadar menggambar dan menaruhnya di tengah-tengah kaos.

Pelajaran kedua, kaos tentu bukanlah galeri seni. Kalau anda pernah mengunjungi sebuah galeri lukisan atau karya seni lainnya, anda dapat mengamati, menikmati, dan memandangi karya tersebut dalam waktu yang lama. Bahkan sangat lama (seperti kritisi seni mungkin).

Tapi, tidak demikian dengan karya di sebuah kaos. Walau harus tetap indah, mengandung nilai estetis, dan enak untuk dilihat. Desain-desain tersebut hanya “dilihat sekilas” saja oleh penikmatnya yang adalah orang lain. Jadi, saya belajar bahwa adalah baik memiliki konsep ide untuk desain anda di sebuah kaos, tapi pertanyaannya : “Apakah konsep dan pesan yang ingin disampaikan tersebut dapat dimengerti secara cepat oleh orang yang melihatnya secara sekilas?”, kalau jawabannya adalah pesan itu terlalu dalam dan kompleks, maka dapat dipastikan, seberapa bagus dan luar biasanya desain kaos anda, itu tidak akan banyak berguna.

Jadi, miliki konsep desain untuk kaos dengan pesan yang sederhana, to the point, namun tetap eye-catching, indah dan enak dilihat. Inilah poin-poin pelajaran dari kontes ini. Semoga berikutnya bisa lebih baik!

Cerita di balik desain : Adegan paling “wah” yang saya lihat di trailer singkat film The Dark Knight Rises adalah, saat Bane menekan detonator bom yang ditanam di bawah lapangan rugby tim Gotham Rogue, dan mengakibatkan hancurnya seperempat lapangan dan tewasnya nyaris seluruh pemain. Adegan yang luar biasa tidak terpikirkan. Terinspirasi oleh adegan inilah maka saya menggambarkan di ruang ganti pemain, Ward (satu-satunya yang selamat) sedang memandang Bane dengan rasa takut, marah, kesal, dan bingung. Mereka berdua menjadi fokus pada gambar ini. Sedang dimana Batman? Batman saya gambarkan telah mengalami kehancurannya di tangan Bane.

The 8-Bit deviantWEAR contest

Yup. Saya akhir-akhir ini selain membantu beberapa gambar impresi untuk kerjaan di kantor, saya juga mengikuti beberapa kontes. Yang terbaru adalah deviantWEAR contest, Sebuah kontes mendesain hoodie dengan tema ‘video game era 8-Bit’.

Dan inilah entry saya untuk lomba ini. Bagi teman-teman yang mempunyai akun di deviantART, bisa membantu voting desain ini dengan menekan “I’d wear this”.

Saya sendiri amat senang karena mau tidak mau, saya harus belajar tentang PIXEL ART. Dan saya pun mulai mengerti bagaimana membuat sebuah pixel art dengan adobe illustrator dan photoshop. Seru!!!