Sci-fi City painting

28 sep 18

Done in 2.5 hrs with photoshop.

Advertisements

Terlibat di sebuah pementasan teater musikal Flower of Destiny!

Sejak April 2018 lalu, saya mendapatkan sebuah kesempatan langka untuk bisa berkontribusi di project kantor saya, yaitu teater musikal Flower of Destiny the Musical (link disini). Ini adalah debut dan karya perdana kami di bidang ini. Art, musik, cerita dan settingnya murni 100% dikembangkan sendiri oleh tim dimana saya bekerja setiap harinya. Diperkuat dengan aktor dan aktris teater muda berbakat yang telah di audisi, maka, kombinasi ini menghasilkan sebuah karya yang akan dipentaskan besok, 7 September 2018, di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, pada: Show 1 – pukul 16.00 WIB dan Show 2 – pukul 19.30 WIB.

Terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, semua bahu-membahu berkarya untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang (semoga) bisa menginspirasi masyarakat Indonesia, baik anak-anak, hingga seluruh anggota keluarga. Harapannya melalui teater musikal bernuansa budaya Indonesia berbalut sentuhan fantasi ini, banyak nilai kehidupan dan pesan-pesan positif dapat diterima masyarakat Indonesia. Seperti keberanian, pengharapan, dan cinta.

Saya sendiri cukup beruntung dipercaya sebagai set designer/ stage concept designer. Dan ini adalah kali pertama bagi saya dalam mendesain mood, atmosfer, desain, dan detil di sebuah panggung pementasan teater musikal. Sebuah kesempatan yang menantang namun menggairahkan!

Doakan semoga pementasan besok sukses ya! Amin. Terimakasih sudah berkunjung!

Fod

 

 

The Dark Knight Shirt Contest “The League Ends”

Kontes lainnya yang saya ikuti di bulan Maret lalu, sebuah kontes mendesain kaos untuk menyambut film yang sangat dinantikan jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Batman, The Dark Knight Rises (link).

Ini adalah kali pertama saya mengikuti kontes mendesain kaos. Sebelum inipun, saya juga pertama kali mendesain hoodie di deviantART contest. Dan walau tidak menang, pengalaman-pengalaman mencoba seperti ini tentu amat berharga buat saya.

Walau akhirnya gagal melangkah ke fase berikutnya, saya cukup puas dengan hasil akhir ilustrasi ini. Saya belajar banyak. Saya jadi mengerti hal-hal apa saja yang perlu diketahui jika mau menghasilkan karya yang ‘fantastis’ namun ‘efektif’ di sebuah kaos.

Kaos amat berbeda dengan kertas.

Desain pada kaos tidak sama dengan membuat suatu ilustrasi biasa di sebuah kertas. Karena bentuk alami dari kaos sendiri yang menuntut desainer untuk “membuat desain yang tampak sesuai di kaos tersebut”. Tidak sekadar menggambar dan menaruhnya di tengah-tengah kaos.

Pelajaran kedua, kaos tentu bukanlah galeri seni. Kalau anda pernah mengunjungi sebuah galeri lukisan atau karya seni lainnya, anda dapat mengamati, menikmati, dan memandangi karya tersebut dalam waktu yang lama. Bahkan sangat lama (seperti kritisi seni mungkin).

Tapi, tidak demikian dengan karya di sebuah kaos. Walau harus tetap indah, mengandung nilai estetis, dan enak untuk dilihat. Desain-desain tersebut hanya “dilihat sekilas” saja oleh penikmatnya yang adalah orang lain. Jadi, saya belajar bahwa adalah baik memiliki konsep ide untuk desain anda di sebuah kaos, tapi pertanyaannya : “Apakah konsep dan pesan yang ingin disampaikan tersebut dapat dimengerti secara cepat oleh orang yang melihatnya secara sekilas?”, kalau jawabannya adalah pesan itu terlalu dalam dan kompleks, maka dapat dipastikan, seberapa bagus dan luar biasanya desain kaos anda, itu tidak akan banyak berguna.

Jadi, miliki konsep desain untuk kaos dengan pesan yang sederhana, to the point, namun tetap eye-catching, indah dan enak dilihat. Inilah poin-poin pelajaran dari kontes ini. Semoga berikutnya bisa lebih baik!

Cerita di balik desain : Adegan paling “wah” yang saya lihat di trailer singkat film The Dark Knight Rises adalah, saat Bane menekan detonator bom yang ditanam di bawah lapangan rugby tim Gotham Rogue, dan mengakibatkan hancurnya seperempat lapangan dan tewasnya nyaris seluruh pemain. Adegan yang luar biasa tidak terpikirkan. Terinspirasi oleh adegan inilah maka saya menggambarkan di ruang ganti pemain, Ward (satu-satunya yang selamat) sedang memandang Bane dengan rasa takut, marah, kesal, dan bingung. Mereka berdua menjadi fokus pada gambar ini. Sedang dimana Batman? Batman saya gambarkan telah mengalami kehancurannya di tangan Bane.