Art Collab!

Baru-baru ini berkesempatan berkolaborasi dengan sesama rekan artist di kantor, Anasetasia (link), dalam mewarnai project personal saya (yang masih on goingDraw 100 somethings – food truck.

Kolaborasi adalah hal positif yang bisa terjadi di kalangan pekerja kreatif. Karena, peluang untuk saling belajar, saling mendukung, dan meningkatkan skillset masing-masing kian terasah. Entah project di bidang yang sama (misal: desainer dengan desainer), atau bahkan kolab antar-disiplin keahlian (misal: concept artist dengan visual effect artist), dan seterusnya.

Ke depan, semoga akan terus membiasakan kolaborasi seperti ini. Untuk terus menciptakan atmosfer positif di tengah perkembangan industri kreatif Indonesia.

ice cream truck

f6759e47-14c9-4f6a-bbb7-718044f824a6

Original sketch : Tigor

Advertisements

The Last of Us

Mari bicara mengenai videogame.

Satu topik yang jarang saya bahas, tapi kalau boleh jujur, video game merupakan alasan utama mengapa sejak semula saya akhirnya terjun ke dunia ini. Dunia kreatif. Dunia desain dan digital art. Dunia kaya imajinasi.

Dua puluh tahun lalu, sejak saya mulai bermain video game di berbagai konsol, entah itu Atari, Nintendo, Sega-Mega Drive, Dreamcast, XBOX, sampai Playstation 1, 2, 3, saya mendapati diri sebagai gamer tulen. Ya, saya pemain video game fanatik!

Singkat cerita, saya menemukan keseruan lain selain menjadi player (hanya sebagai pemain saja), yaitu bagaimana jika menempatkan diri sebagai creator atau game developer (pembuat game). Itulah awal bagaimana saya ingin masuk ke kampus saya dulu di Bandung. Meski gagal di pilihan pertama (DKV) dan malah masuk di Desain Interior.

Tapi, passion itu tetap ada. Saya ingin menjadi concept artist yang mampu membangun sebuah dunia imajinasi di sebuah video game, atau di industri lain yang sejenis.

Puluhan judul game sudah saya mainkan, dan tuntaskan. Sampai pada Juni 2013, muncullah game berjudul The Last of Us (TLOU) di Playstation 3. Karya studio Naughty Dog (kreator Jak & Daxter, Uncharted series, dll).

Sebuah game yang sungguh mengguncang dunia.

TLOU_BANNER

Mengubah mindset dan pemikiran bahwa game ‘hanya mainan’ dan tidak lebih dari itu. Justru, dari game TLOU inilah, menjadi titik balik krusial dalam industri video game dunia, khususnya bagi para pembuat game, bukan hanya sibuk menampilkan grafik indah dan gameplay menyenangkan saja.

Tapi, elemen kunci yaitu story mulai mendapat tempat maha tinggi di dunia video game. Bahkan story, kini, lebih utama ketimbang tampilan graphic indah dan detil pada sebuah game.

Menurut saya pribadi, TLOU menjadi juara, alasan utamanya adalah storydiikuti elemen lain yang juga memukau yaitu desain, gameplay, graphic, dan music. Silahkan buka link berikut untuk membaca lebih lengkap (LINK).

Pesan yang paling menyentuh bagi saya adalah bagaimana hubungan bapak dan anak perempuan (padahal semula orang asing satu dengan yang lain) dibangun dan makin kuat sepanjang petualangan mereka mencoba bertahan hidup di era post-apocalypse. Hingga akhirnya…. (Spoiler). Lebih baik, Anda membuka sendiri link diatas.

The Last of Us segera mendapat tempat di hati saya. Saya bahkan sampai menamatkannya 3x dan 1x masih on going (meski sudah berkeluarga, saya pernah begadang hanya untuk memainkannya, namanya juga gamer fanatik).

Kini, 2019, berita yang dinanti-nantikan seluruh penggemar TLOU itu masih misteri, yaitu kapan tanggal rilis dari bagian ke-2 cerita luar biasa TLOU ini.

Sebagai bentuk apresiasi, saya sempatkan membuat fanart dari Ellie, protagonis kisah ini.

Ellie_fanart

Food Truck 26 – 50

Tidak terasa, draw100somethings saya sudah mencapai angka 50! Alias setengah jalan dari tujuan utama, yaitu 100 macam desain food truck.

Sebuah raihan yang amat sulit dan menantang. Di lakukan di berbagai sela kehidupan. Saat sedang menanti keluarga. Saat tengah sendiri. Saat sedang liburan di Bali, dst.

Intinya, terus berkarya. Terus berusaha. Terus belajar. Terus mengasah diri. Terus mencari inspirasi. Terus berjuang!

Food truck summary 26 - 50

Desain food truck ke-26 sampai ke 50, dari total target desain 100 buah food truck.

Foodie Art Challenge (Part 2)

Meski semakin sulit mencari waktu belakangan ini untuk menggambar food art challenge kantor, akhirnya, saya tetap dapat menghasilkan beberapa update karya. Meski harus diakui, saya tidak sepenuhnya puas dengan beberapa diantaranya.

Tapi, hey! ini bukan tentang menciptakan masterpiece dan karya sempurna! Tapi terlebih penting: konsistensi, habit positif, belajar sambil berkarya, dan terus mengasah daya imajinasi. 

Finished. Period. Not perfect. Period.

Parenting and Art Career

Putri saya sudah hampir berusia 1.5 tahun. Tidak terasa. Perjalanan yang dilewati memang baru ‘seumur jagung’. Belum ada apa-apanya. Masih banyak kejutan dan pelajaran menanti di depan. Tapi rasa syukur harus terus dipanjatkan.

Dan saya kian menyadari betapa peran saya amat dibutuhkan di tengah kehidupan putri dan keluarga saya. Di lain sisi, profesi yang saya tengah jalani, yaitu concept artist, mendorong saya untuk tetap memperhatikan karir kreatif ini. Tetap harus dijalani dengan baik, profesional, dan tetap menajamkan diri dalam banyak aspek kreatif.

Disinilah tantangan itu muncul.

Bagaimana saya harus tetap bijak dan tepat dalam mengelola prioritas, berupa waktu, energi, dan perhatian saya, terhadap dua aspek tersebut. Secara seimbang.

20190126_035839

Komitmen utama saya adalah keluarga. Meski terkadang masih gagal dalam menjalankannya, tapi, setidaknya saya tahu apa yang paling utama dalam hidup saya. Bagaimana saya ingin seoptimal mungkin bisa tetap hadir dalam kehidupan keluarga saya. Kualitas hubungan dengan istri tercinta, dan juga dengan putri saya. Memandikan anak nyaris tiap pagi di sepanjang tahun sebelum berangkat kantor sudah menjadi sebuah habit dan “ritual” saya dalam memulai hari. Saya pun kian menikmatinya. Sebuah bonding tercipta di antara kami. Meski singkat, tapi, saya tahu tidak akan sia-sia.

Lalu, sudah menjadi bagian hidup saya untuk tetap menajamkan diri dalam berbagai aspek dan keterampilan sebagai seorang kreatif. Bagaimana mengejar konsistensi untuk berkarya, studi, belajar hal baru, observasi, dan terbuka dengan banyak inspirasi di luar sana. Sambil tetap bekerja fulltime sebagai concept artist di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang animasi. Menantang. Khususnya agar semua berjalan dengan baik dan tetap seimbang. Tidak ada yang berat sebelah.

Peran ini akan saya jalani dengan rasa syukur, dan selalu meminta kekuatan dari Sang Ilahi. Saya tahu, kapasitas saya akan terus ditingkatkan-Nya dari waktu ke waktu. Bukan karena saya layak untuk itu, tapi karena Ia begitu baik bagi saya.

New hobby in 2019: Making video!

Sudah sejak lama saya ingin belajar bagaimana membuat video. Entah video timelapse proses berkarya saya, atau sekadar video dokumentasi perjalanan bersama keluarga.

Entah mengapa, saya berpendapat bahwa media video merupakan cara paling lengkap dan akurat dalam menyampaikan berbagai macam gagasan, berupa visual, suara, narasi, ditambah efek tertentu. (Animasi juga bisa jadi alternatif!)

Karena sewaktu kuliah – jurusan desain interior- , saya tidak pernah mengetahui apapun perihal ilmu membuat video, maka, baru di era Youtube sekaranglah, dimana bertebaran segudang tips & trick (dari yang paling mudah hingga kompleks), juga tutorial dari orang-orang yang berbaik hati berbagi pengetahuan dan ilmu mereka, saya mulai memberanikan diri memulainya hobi ini.

Inginnya bukan sekadar asal membuat video. Tapi, minimal ada sedikit hal yang bisa dibagikan. Entahkah itu berupa tutorial, timelapse proses saya berkarya, atau sekadar video dokumentasi pribadi.

Dan dalam penggarapannya, saya merasa perlu memperlengkapi diri dengan pengetahuan dasar dalam membuat sebuah video agar lebih menarik. Saat pengambilan gambar – footage, program editing yang sesuai bagi saya, perlengkapan yang mendukung, belajar hal basic soal cinematography, seperti pengambilan angle, komposisi, dan lain sebagainya.

Ternyata hal-hal di atas sangatlah seru dan menyenangkan.

Semoga saya bisa terus bereksperimen, mencoba hal baru, tidak takut melakukan kesalahan, dan tidak terburu-buru ingin hasil maksimal, karena yang paling penting adalah menghargai proses sambil tetap menghasilkan sesuatu. Tetap mencoba. Terus belajar dan terbuka pada masukan juga kritik, demi perbaikan ke depannya.

Keep making something to inspire others! Happy creating!

Terimakasih sudah berkunjung di artblog ini!