Our 3rd Anniversary

Maaf telah absen cukup lama dalam meng-update blog ini.

Banyak hal terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini.

Puji Tuhan, hubungan saya dan Dwi sudah disertai Tuhan selama 3 tahun. Banyak hal terjadi, suka, sedih, kebersamaan, konflik, rekonsiliasi, dan segala hal yang bisa sama-sama kami nikmati dan jalani. Saya menghadiahi hubungan ini dengan sebuat ilustrasi sederhana bertemakan :

“Suka duka, berkelimpahan dan berkekurangan, keberhasilan dan kegagalan, kita hadapi bersama”. Semoga juga bisa menjadi pengingat bagi kami dalam menjalani hubungan ini ke depannya.

Hari jadi kami yang bertepatan dengan kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli itu diisi dengan makan malam dan diskusi kehidupan. Dan tentu tidak lupa mengevaluasi bagaimana hubungan ini dan seperti apa espektasi dan harapan ke depannya. Doakan agar hubungan ini bisa memberi warna positif dalam hidup sesama.

Our relationship milestone

Our relationship milestone

Hadiah pun diberikan tepat sebelum kami memesan makanan! :p Kami akan pajang gambar ini di kamar kami jika kami menikah kelak, agar mengingatkan kami selalu untuk tidak pernah menyerah dalam mendayung dan mengarahkan bahtera rumah tangga kami kelak ke tujuan akhir bersama.

 

Precious Moment

Advertisements

KLARIFIKASI DAN KRONOLOGIS PERIHAL KARIKATUR “TRAGEDI BANGSA INDONESIA”

KLARIFIKASI DAN KRONOLOGIS PERIHAL KARIKATUR “TRAGEDI BANGSA INDONESIA”

 

Pagi hari ini (10 Mei 2013 pada pukul 07.52 WIB), saya mendapat sebuah kabar melalui email, yaitu dari sedikitkisah@gmail.com, yang isinya memberitahukan bahwa salah satu karya yang saya buat sedang menjadi sebuah topic pembicaraan hangat di sebuah page di situs jejaring social Facebook.

Berikut screen capture dari email yang dia kirimkan*Proses editing hanya crop pada window

Image

(GAMBAR SCREEN SHOT)

Didalam email tersebut tertulis bahwa :

Gan Tigor, udah tau blum y?? cuman mo ngasih tahu ni klo ilustrasi tragedi Indonesia yg agan buat skrang geg rame di FP kontes desain avatar ARB,nih link’nya gan….monggo ditengok..
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=571294022892476&set=o.445773912127039&type=1&ref=nf

Dari isi email tersebut saya lalu segera membuka link yang diberikan, yang ternyata terkait kedalam sebuah page di Facebook yaitu page “ATAP RUMAH BANGSA” http://www.facebook.com/AtapRumahBangsaPage?fref=ts

Dan disitu saya menemukan bahwa salah satu hasil karya saya sudah dan masih menjadi sebuah topik bahasan yang cukup aktif dalam rupa respon. Salah satu bentuk responnya adalah berupa “poin” penilaian untuk Lomba Avatar ARB yang sedang berlangsung. Namun semua respon tersebut mengarah kepada sebuah nama akun yaitu Romadhona Ighfirlan Namaskara”.

Setelah saya cek link page tersebut, saya lalu membuka akun WordPress saya dan menemukan ada 2 komen dari “Antonio” yang isinya adalah:

  1. 10 Mei 2013 pada pukul 12.37am yang isinya:

 “Salut ma ni gambar…
ARB pasti panas liat ni gambar..”

Image

(SCREEN CAP KOMEN WP1)

 

  1. 10 Mei 2013 pada pukul 12.48am yang isinya:

“Gan Tigor, cuman mo ngasih tahu klo ilustrasi tragedi Indonesia yg agan buat skrang geg rame di FP kontes desain avatar ARB,nih link’nya gan….monggo ditengok..
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=571294022892476&set=o.445773912127039&type=1&ref=nf

Image

(SCREEN CAP WP2)

Kedua komen diatas belum saya berikan respon apapun hingga saat ini.

Akan tetapi isi dari komen ke-2(yang dipost pada pukul 12.48am) ternyata memiliki isi yang sama dengan yang saya terima di email dari  sedikitkisah@gmail.com. Dari situ saya mempunyai pernyataan bahwa sedikitkisah@gmail.com dan “Antonio” adalah satu orang yang sama. Sedangkan untuk Romadhona Ighfirlan Namaskara” saya sama sekali tidak mengetahui apa motif dibalik tindakanya mengupload karya saya di page Atap Rumah Bangsa di Facebook. Dan yang terpenting adalah, saya sama sekali tidak mengenalnya.

Dari fakta-fakta yang saya temukan dan kumpulkan tersebut maka saya harus memberikan sebuah klarifikasi terkait dan juga penjelasan kronologis yang sebenarnya.

  1. Karya yang berjudul “Tragedi Bangsa Indonesia” tersebut saya buat pada tanggal 18 Februari 2013.
  2. Karya tersebut saya buat tanpa ada motif latar belakang apapun baik dengan dasar politis,pencemaran nama baik, atau menyudutkan seseorang/sebagian orang secara sengaja. Karena semua karya yang saya buat merupakan sebuah pelatihan bagi diri saya sendiri dalam mengekspresikan segala hal yang semuanya bertujuan untuk semua hal yang positif.
  3. Karya tersebut saya buat tanpa ada motif tujuan apapun yang negatif seperti yang saya sudah jelaskan di point ke-2, yaitu karya tersebut saya buat dalam rupa proses pembelajaran diri sendiri tanpa ada latar belakang dan tujuan apapun yang negatif, semua hanya untuk segala hal yang positif.
  4. Saya pribadi TIDAK PERNAH menyebarkan karya tersebut dimanapun kecuali di dalam akun blog saya, karena semua karya yang saya buat memang saya kumpulkan di dalam blog pribadi saya, yang perlu saya jelaskan adalah blog saya merupakan semacam jurnal pelatihan dalam pengembangan keahlian berkarya saya.
  5. Saya pribadi TIDAK PERNAH secara sengaja untuk berniat mengikuti Lomba Avatar ARB tersebut baik dengan karya saya yang berjudul “TRAGEDI BANGSA INDONESIA” ataupun karya saya yang lainnya. Sekali lagi saya nyatakan bahwa Saya tidak mengikuti lomba tersebut.
  6. Saya sama sekali TIDAK KENAL dengan sedikitkisah@gmail.com ; Antonio di WordPress maupun Romadhona Ighfirlan Namaskara” di Facebook.

Dari 5 point tersebut diatas, perlu saya klarifikasikan secara terbuka bahwa, bukan saya pribadi yang dengan sengaja menyebarkan karya tersebut ke dalam page “Atap Rumah Bangsa” di situs jejaring social Facebook, melainkan Romadhona Ighfirlan Namaskara” yang tentunya tanpa sepengetahuan dan seizin saya pribadi.

Demikianlah klarifikasi dan kronologis yang terjadi, saya buat secara apa adanya dan secara terbuka. Dan mengenai kelanjutan dari topic bahasan terkait di page ATAP RUMAH BANGSA saya serahkan sepenuhnya kepada Admin terkait untuk memprosesnya secara benar.

Terima kasih teman-teman atas perhatiannya.

Tigor Boraspati

 

Happy New Year 2013!

Kiamat?

Suku Maya?

Kalender berakhir?

Apapun itu, nyatanya untuk kesekian kalinya, kepintaran manusia, hikmat dan kepandaian ilmu pengetahuan telah “membodohi” umat manusia.  Sampai beredar film box office “2012” yang menggambarkan akhir dunia. Apakah Anda sudah menontonnya? Saya sudah. Dan saya sedikit kuatir karenanya. Ya, saya akui saya sempat menjadi orang bodoh.

Tapi, untuk apa pusing memikirkan persoalan itu. Toh, hanya Tuhan satu-satunya Pribadi yang tahu kapan semua berakhir. Fokus kita hanyalah “HARI INI”.

Apakah hari ini saya sudah menjadi manusia yang lebih baik bagi diri sendiri dan sesama?

Daripada lelah. Daripada pusing. Daripada kuatir.

Alihkan fokus kita kepada sesuatu yang lebih nyata. Yaitu rasa syukur. Saya bersyukur masih bisa menulis blog ini di awal tahun. Segudang mimpi, cita-cita, resolusi, dan target kehidupan hadir dan siap diraih di tahun baru ini. Tapi, lagi-lagi, saya tidak mau tertipu dengan “ambisi besar meraih hal-hal besar dan luar biasa di depan sana”. Saya belajar bahwa, fokus dan konsistensi dalam hal kecil hari demi hari adalah lebih penting daripada selalu melihat gambaran besar (tidak salah, tetapi jangan terlalu terjebak olehnya).

Fokuslah dan tetapkan hati melihat “HARI INI” sebagai satu saat yang terpenting. Bukan masa lalu, bukan masa depan. Tapi gunakan masa lalu untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan, serta secara bijak menyiapkan diri untuk hari esok.

Tapi siapa kita dan siapa Anda di masa depan, ditentukan oleh tiap pilihan dan tindakan yang kita lakukan di HARI INI.

Akhir kata, selamat tahun baru 2013. Kalau ada orang berkata, “hidup cuma sekali, jadi nikmati dan bersenang-senanglah selagi bisa”. Hmm. Mungkin ada benarnya. Tapi saya lebih memilih “hidup cuma sekali, dan saya akan gunakan untuk Tuhan dan manusia”. Saya rasa itu lebih bernilai kekal.

Mari hidup dengan segala kepenuhan hidup itu sendiri!