Keseimbangan Hidup

Pembelajaran dan refleksi diri saya belakangan ini adalah mengenai keseimbangan hidup.

Apakah saya sudah sungguh-sungguh berusaha mengejar keseimbangan hidup? Atau terjebak dalam rutinitas tanpa makna? Terlalu fokus di satu aspek hidup hingga mengabaikan, bahkan mengorbankan aspek hidup lainnya?

ilustrasi keseimbangan hidup

Saya terus berusaha menyeimbangkan tiap aspek kehidupan pribadi saya. Dan saya mendapati, saya masih amat kurang dalam banyak hal.

Aspek hubungan (menurut saya) memegang prioritas terpenting. Baik hubungan saya dengan Sang Pencipta, yang masih harus terus di-maintain meski sesibuk apapun, (karena ini pusat dan inti dari segala sesuatu), lalu hubungan dengan istri juga anak. Betapa penting dan krusialnya untuk selalu berusaha menyediakan waktu bagi mereka. Bukan waktu sisa, tapi quality time yang intim dan terbuka.

Baru-baru ini kami berdua (saya dan istri) sengaja mencari waktu nge-date berdua saja, agar jiwa, hati, dan pikiran ini kembali disegarkan dan disatukan setelah melalui bulan demi bulan tantangan di pekerjaan dan dunia parenting. Menyadari pentingnya hal ini, saya yakin, Tabitha pun kelak akan turut bahagia dan senang mendapati bapak dan ibunya terus mesra seiring pertumbuhannya.

Bermain dengan anak juga waktu yang amat penting. Bukan cuma “hadir secara fisik”, tapi juga “hadir secara hati, mental, dan jiwa”. Sungguh menikmati momen yang ada, meninggalkan sejenak distraksi akibat gadget dan hobi. Masih suatu yang menantang bagi saya.

Belum lagi kehidupan sosial. Bercengkrama dengan teman kantor (bukan melulu soal pekerjaan, tapi soal hidup, hobi, kesenangan, dll). Juga belajar hidup bertetangga. Terlibat dalam komunitas yang positif dan membangun. Sangat menarik untuk bisa sharing dan saling membantu satu sama lain sebagai makhluk sosial di tengah masyarakat yang beragam ini.

Dalam aspek pekerjaan, saya terus berusaha berkarya, berlatih, berkreasi, berimajinasi sesuai profesi saya sebagai concept artist (digital artist). Dalam aplikasinya, hal ini amat menuntut waktu, tenaga, dan pikiran agar karya yang dihasilkan semakin baik dan mampu menjadi solusi suatu permasalahan desain yang ada (baik di kantor maupun project pribadi). Tidak jarang saya jadi begadang karenanya.

Di tengah kesibukan pekerjaan, muncullah aspek kesehatan yang belakangan ini, saya terus coba beri porsi khusus. Yaitu dengan bermain ping pong rutin di jam istirahat kantor. Ping pong merupakan olahraga yang jika diseriusi, bisa menghasilkan keringat dan membakar kalori dalam jumlah yang lumayan besar. Saya cukup beruntung, kantor saya menyediakan fasilitas ini. Saya tinggal memaksimalkannya.

Betapa pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Di era yang serba cepat dan instant ini, semoga kita bisa makin bijak dalam membagi waktu yang ada, agar dapat memprioritaskan aspek hidup yang terpenting, sambil tetap menjaga aspek hidup lainnya, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Selamat mengejar keseimbangan hidup! Terimakasih telah mengunjungi artblog ini!

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Hidup adalah anugerah

Sketch_4_3_2018_tribute_to_davide_astori

Di tiap malam weekend, seluruh penggila sepakbola di dunia tengah bersiap untuk menyaksikan tayangan pertandingan sepakbola klub favoritnya. Berbagai liga dunia, dari Liga Spanyol, Liga Inggris, sampai liga-liga eropa lainnya telah melangsungkan pertandingan-pertandingan yang menarik untuk disaksikan.

Salah satunya liga Italia Seri-A, salah satu liga terbaik di dunia ini juga turut menyelenggarakan pertandingan rutin seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa, semua berjalan rutin, pertandingan besar, pertandingan reguler, semua tim bersiap untuk berusaha meraih hasil maksimal demi mengejar prestasi terbaik di musim kompetisi 2017/2018 ini.

Tapi, bak petir di siang bolong, sebuah kabar duka datang menyergap salah satu liga paling populer di dunia ini, saat dikabarkan oleh media setempat, bahwa kapten tim sekaligus pemain kunci tim bernama Fiorentina – salah satu klub besar di Liga Italia yang sempat memiliki penyerang terbaik dunia beberapa tahun lalu, yaitu Gabriel Batistuta –  yaitu Davide Astori (31 tahun), bek tangguh timnas Italia ini telah ditemukan tak bernyawa saat sedang tidur terlelap menjelang beberapa jam sebelum pertandingan melawan Udinese. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan serangan jantung.

Sontak saja, seluruh tim Fiorentina, dan terutama keluarga pasti shock dan terkejut dengan berita mendadak ini. Seorang atlit profesional yang pastinya bugar dan memiliki pola hidup sehat, ditemukan meninggal dunia saat sedang tidur? Seperti hal yang mustahil untuk terjadi, tapi memang demikianlah berita yang disampaikan.

Alhasil, jajaran petinggi organisasi yang mengatur jalannya pertandingan di Liga Italia Seri-A memutuskan untuk membatalkan semua jadwal pertandingan yang seharusnya digelar pada sabtu – senin ini, demi menghormati dan menunjukkan simpati dan belasungkawanya pada keluarga pemain, tim, dan seluruh pendukung. Sikap yang luar biasa, dan menunjukkan betapa sepakbola bukan sekadar tayangan hiburan, tetapi juga membuktikan betapa berharganya tiap individu yang terlibat di dunia sepakbola itu sendiri. Semua turut berduka. Semua turut bersedih atas tragedi mengejutkan ini.

Saya sendiri bukanlah pendukung Fiorentina. Saya Interisti (sebutan untuk pendukung klub Inter Milan) sejati sejak 1998 lalu. Tapi, rasa belasungkawa dan apresiasi pada almarhum Davide Astori patut ditunjukkan. Karena, dia tetaplah seorang manusia yang memiliki keluarga dan kehidupannya. Sketsa ini adalah ungkapan rasa belasungkawa saya pada beliau. Semoga inspirasinya melalui profesionalisme dan kualitas di lapangan tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya.

Pelajarannya: Hidup tidak pernah dalam kendali kita, manusia yang sangat lemah ini dan tak mampu memprediksi masa depan. Memang manusia bisa berusaha, merencana, dan membuat berbagai tujuan hidupnya.

Tapi, hidup yang kita miliki ini hanya anugerah dari Yang Maha Kuasa. Selagi mampu hidup, mari mengisi hari-hari yang ada dengan hal-hal yang positif, berpengaruh baik bagi sekitar, dan mampu membangun sesama dan lingkungan menjadi lebih baik.

Ciao Davide! Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.

Paramore fanart

Saya penggemar dari Paramore. Band yang digawangi oleh Hayley Williams (vokalis), Zac Farro (drummer) dan Taylor York (gitaris) ini, menyita perhatian saya beberapa tahun lalu dengan hits nya “Misery Business” ketika saya sedang bermain game Saints Row di PS3. Memang cara yang sedikit unik dan aneh bagaimana akhirnya saya mengikuti sepak terjang band ini hingga kini. Band yang sudah bergonta-ganti personil ini tetap terus berkarya meski kali ini, di album After Laughter nya, membawakan nuansa dan atmosfer musik yang berbeda dari album-album sebelumnya.

paramore combi illustration_2

 

Fan art ini dibuat untuk menyambut konser Paramore beberapa waktu lalu, yang sayangnya terpaksa dibatalkan, akibat sang vokalis terkena penyakit serius di tenggorokannya. Tapi, bagi saya, meski akhirnya belum kesampaian menonton konsernya, tapi mendisiplin diri untuk tetap menyelesaikan apa yang sudah dimulai bagi seorang concept artist/ illustrator adalah suatu keharusan.

Semoga Paramore segera datang lagi ke Indonesia dan kali ini bisa terselenggara dengan baik.

Personal project: “Indonesia Fantasy”

Di 2018 ini, saya ingin (lebih lagi) menggiatkan diri dalam mempertajam dan membiasakan diri melatih kemampuan menggambar saya, khususnya digital. Baik dari pengembangan ide, sketsa kasar, hingga (mudah-mudahan) selesai.

Jika mengunjungi website untuk kategori desain dan art dalam bentuk digital, seperti Artstation.com, maka saya dapat menyimpulkan, bahwa kebanyakan karya yang ada selalu “bernuansa dan beraromakan luar negeri”, sementara kalau saya perhatikan, sesungguhnya, negara kita, Indonesia ini, sangatlah menginspirasi dan sangat layak dijadikan sumber ide dalam menggarap suatu karya, baik desain karakter hingga landscape.

Dari pemikiran inilah saya ingin (iseng-iseng) mulai saja menjalankan latihan pribadi saya dengan tema Indonesia Fantasy, yaitu sebuah serial berisi karya-karya digital saya yang terinspirasi dari keindahan, keragaman, dan keunikan Indonesia, baik budaya, tempat-tempat, hingga detil-detil lainnya.

So far, sketsa-sketsa yang baru selesai bisa dilihat di bawah.

Semoga ke depan semakin banyak karya lainnya dan tetap konsisten berlatih!

Monkey_forest_step_7_done

Gambar di atas terinspirasi dari Monkey Forest di Ubud, Bali. Looks creepy but very exotic! Sentuhan fantasinya tentu tampak pada patung raksasa berbentuk kepala monyet.

Sketch_22_2_2018_floating_marketGambar di atas terinspirasi oleh Floating Market di Kalimantan Selatan. Tapi dengan sentuhan fantasi.

Cerita di balik “30 days RPG Challenge”

 

Sudah sejak lama, saya memiliki ‘personal ambition’ ini. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai concept artist atau tukang gambar konsep dan ide, adalah mutlak untuk selalu berkarya dan tidak membiarkan otak kanannya mati atau tidak dikembangkan.

Bukan rahasia lagi bahwa ada sesuatu yang ‘besar’ terjadi di tengah perjalanan hidup keluarga saya dan Dwi. Ada anugerah Tuhan bernama Tabitha. Bersyukur untuk kehadirannya. Menariknya, kehadirannya membawa banyak inspirasi buat saya. Bukan hanya sebagai seorang bapak, agar terdorong menyiapkan diri menjadi bapak yang lebih baik lagi bagi keluarga, tetapi juga sebagai seorang concept artist untuk menggunakan ide ini menjadi sebuah karya yang nyata. Sebuah karya yang sekaligus bisa menjadi sarana dalam mempertajam bakat dan talenta yang Tuhan beri.

Maka lahirlah ide pribadi, terinspirasi dari seorang concept artist ternama Indonesia, bernama Rudy Siswanto atau dikenal dengan Crutz. Beliau membuat personal challenge yang kreatif, bernama “30 days RPG challenge”, yaitu tantangan bagi siapapun orang yang mau mencoba menggambar selama 30 hari berturut-turut dengan tema RPG versi masing-masing orang.

*RPG adalah singkatan dari Role Playing Game, sebuah genre populer di kalangan pemain video game, yaitu game dengan elemen seperti story yang mendalam, karakter yang bisa level-up, memberi kebebasan dalam menjelajah daerah-daerah, melawan bos dan mendapat item spesial, serta masih banyak lagi.

Sebagai seorang gamer sejati, yang sudah bermain videogame dari jaman Sega Megadrive, Nintendo, Dreamcast, Xbox, Playstation dan terakhir PS3 (PS4 masih di angan-angan), genre RPG amat saya gemari. Jadi tantangan menggambar ini memang layak untuk dicoba. Menggabungkan dua kesukaan saya: menggambar dan videogame.

Bersamaan dengan itu, banyaknya waktu begadang akibat menjaga bayi Tabitha yang kadang bisa tidur pulas dan tiba-tiba bisa menangis karena lapar dan perlu diganti pampersnya, membuat ada celah bagi saya memanfaatkan waktu begadang dengan hal produktif dan berguna.

Tidak terasa, tantangan ini sudah berjalan 8 hari di bulan September, dan masih akan berlanjut hingga akhir bulan ini. Semoga tetap bisa semangat, dan penuh inspirasi untuk menajamkan kemampuan storytelling dan menggambar saya.

FUNFACT: Ide ini saya tularkan juga ke rekan-rekan di kantor saya sesama orang kreatif. Karena kami tidak bisa mempublish apapun soal pekerjaan yang masih confidential, maka kesempatan menghasilkan karya bisa terjadi dengan tantangan ini yang sifatnya personal artwork. Dan sebagian menyambutnya positif! Jadi ini adalah tantangan bersama-sama untuk kebaikan bersama-sama juga.

Berikut karya-karya yang sudah dibuat selama total 30 hari (Tabitha pun hadir menjadi tokoh krusial di petualangan bapak dan anak ini), enjoy!

Kunjungi dan follow: Instagram @tigorboraspati. 

Terimakasih sudah berkunjung!

Lembaran baru kehidupan berkeluarga : menjadi orang tua

Cukup lama saya absen memposting tulisan, dan kali ini datang dengan update terbaru yang bagi saya dan istri amat menggembirakan. Saya sudah resmi menjadi orang tua! Pada 5 Agustus 2017 lalu, putri mungil saya bernama Tabitha Raya Sidauruk telah Tuhan hadirkan di bumi dengan keadaan selamat dan sehat. Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi keluarga kami. Bagi saya dan istri. Dan petualangan penuh kesenangan, tantangan dan pembelajaran menanti di hadapan kami. Kali ini, bukan berdua, tapi bertiga. Dengan kebaikan Tuhan saja kami akan melangkah membangun keluarga ini.

Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Tabitha untuk membuat kami terjaga di malam hari. Terimakasih Tuhan untuk Tabitha di tengah keluarga kami.

sketch2 copy

Chemistry zone concept art

Tidak semua konsep art akan 100% direalisasikan. Bisa dipakai sebagian, bisa dijadikan referensi desain, atau bahkan konsep yang Anda buat tidak dipakai sama sekali. Apapun itu, bagi saya, yang terutama adalah saya dapat belajar dari proses yang berharga itu.

Baru-baru ini, Trans Studio Bandung membuka satu wahana permainan baru (dan ilmu pengetahuan), bernama Science Center. Di dalamnya, terdapat 4 area yang terbagi menjadi area Kimia, Biologi, Matematika, dan Fisika. Pembagian tersebut berdasarkan kategori jenis alat-alat peraga yang unik dan berbeda satu dengan lainnya.

Science Center diharapkan menjadi satu kawasan khusus bagi para pecinta ilmu pengetahuan, selain untuk menunjang kebutuhan pendidikan murid-murid sekolah, juga memberikan warna baru bagi pengunjung, dalam bentuk pengalaman bermain yang sarat akan ilmu pengetahuan.

Area kimia pun menjadi proses penting dari pengalaman saya membuat konsep (*debut awal dalam membuat konsep sebuah ruangan taman hiburan!). Walau hanya direalisasikan sebagian, tetapi mungkin menarik mengetahui konsep awal nya, seperti beberapa karya berikut :

– ide awal, ingin menampilkan satu ruangan laboratorium yang “fun” dan “enjoyable” (terutama karena banyaknya pengunjung anak-anak sampai remaja).

copyright Trans Studio

– Beberapa konsep di atas lebih banyak menekankan warna-warna cerah, bentuk-bentuk yang dinamis dan penggunaan elemen-elemen khas laboratorium Kimia.

Hmm, bagi saya, pelajaran terpenting yang bisa saya petik adalah memiliki sikap rendah hati untuk dikritik, desain diubah-ubah, bahkan mengalami penolakan. Dan juga sikap tetap berusaha memberi yang terbaik walau kadang amat sulit untuk menjaga konsistensi semangat, mood, dan kualitas.

🙂 mari belajar sesuatu dari tiap pengalaman dalam hidup!