FF VII Food Truck art collab!

Dengan antusias saya membagikan update terbaru ini. Yaitu sebuah kolaborasi menarik oleh saya dan Erick Sambora (portfolionya). Ia adalah rekan ilustrator, dan concept artist berbakat dengan style yang unik dan menonjol. Kami bekerja di studio yang sama hingga kini, sebagai environment concept artist.

Bermula dari kesamaan minat kami soal video game, playstation, dan Final Fantasy VII (game RPG produksi 1997 oleh Squaresoft – dulu, sebelum menjadi Square Enix), maka, kami sepakat melakukan kolaborasi untuk food truck hari ke-55 dari challenge Draw100somethings yang saya lakukan.

Sketsa oleh saya, dan pewarnaan dengan teknik 2D olehnya.

Gara-gara kolaborasi ini, keinginan bernostalgia memainkan game lawas macam FF7 pun tak terelakkan. Sebuah game yang akan selalu dikenang. Dan bukan suatu kebetulan. dalam waktu dekatpun, PS4 (konsol next-gen saat ini) bersiap merilis Final Fantasy VII Remake.

FF7_foodtruck_ColorFF7_foodtruck_TruckonlyFF7_foodtruck_Sketch

Art Collab!

Baru-baru ini berkesempatan berkolaborasi dengan sesama rekan artist di kantor, Anasetasia (link), dalam mewarnai project personal saya (yang masih on goingDraw 100 somethings – food truck.

Kolaborasi adalah hal positif yang bisa terjadi di kalangan pekerja kreatif. Karena, peluang untuk saling belajar, saling mendukung, dan meningkatkan skillset masing-masing kian terasah. Entah project di bidang yang sama (misal: desainer dengan desainer), atau bahkan kolab antar-disiplin keahlian (misal: concept artist dengan visual effect artist), dan seterusnya.

Ke depan, semoga akan terus membiasakan kolaborasi seperti ini. Untuk terus menciptakan atmosfer positif di tengah perkembangan industri kreatif Indonesia.

ice cream truck

f6759e47-14c9-4f6a-bbb7-718044f824a6

Original sketch : Tigor

Dunia Sophie

Saya dan istri sepakat untuk berkolaborasi.

Dia gemar membaca novel. Saya gemar menggambar.

Tugasnya sederhana. Memenuhi keinginannya atas visual dan imajinasi dari novel yang ia baca, dan saya yang harus menerjemahkannya dalam wujud digital painting atau ilustrasi.

Dunia Sophie, karya Jostein Gaarder ini, memiliki kisah yang penuh dengan elemen filosofis, serta memainkan daya nalar dan psikologis para pembacanya. Saya sendiri bingung dibuatnya. Tapi, yang penting, istri saya menyukainya! Dan tugas saya adalah untuk menghadirkan sedikit visual dari Dunia Sophie ini. Enjoy!

DuniaSophie_ilustrasi_1_V2

Another entry for “The Dark Knight Rises T-shirt contest”

Kali ini, saya berkolaborasi dengan Yosua Adi (lihat karya-karya hebatnya di link ini). Dia yang mengerjakan line art, dan saya melanjutkan dengan sedikit pewarnaan.

Tarikan garis yang amat luar biasa dari Yosua, saya coba berikan atmosfer warna monokromatik, dan sedikit cahaya highlight di bagian bawah dari Bane, sang antagonis utama. Dengan harapan dapat memberikan kesan sedikit suram, gelap, dan mencekam, karena disini digambarkan Batman sedang berada di ambang kematiannya. Desain ini memang tidak berhasil menembus babak selanjutnya, tetapi kami berdua cukup puas karena sudah mencoba memberi yang terbaik. Kontes ini diadakan dalam rangka menyambut diputarnya episode terakhir dari trilogi “The Dark Knight : Rises” dalam waktu dekat ini. Espektasi amat tinggi. Jutaan penggemar batman akan menanti, akan seperti apa akhir dari Batman, sang prajurit kegelapan.

Kolaborasi Sidauruk Bersaudara!

Sudah saya katakan, saya selalu bangga dengan kakak kandung saya, terlepas dia “setengah sadar” (check out her blog http://wanitasetengahsadar.tumblr.com/) dan artwork blog nya (http://www.asyerabellas.com/) yang selalu mengejutkan tiap kali dikunjungi!

Walau sudah lewat 5 hari, kemerdekaan Indonesia 17 Agustus lalu seharusnya memang tidak pernah dijadikan sekadar formalitas bangsa ini. Terlepas dari betapa membanggakannya Indonesia dari segi prestasi anak-anak bangsanya dalam pendidikan, atau kejuaraan demi kejuaraan (dimana Indonesia sudah menjadi langganan peraih medali emas beberapa cabang pendidikan!), bangsa ini tetap memiliki berbagai kelemahan. Satu hal yang mencolok tentu adalah kemerosotan moral. Tidak usah langsung mengarahkan pandangan pada para pejabat negara, kita pun sebagai warga negara seringkali juga tidak memberikan perbedaan yang berarti. Kita masih harus belajar.

Bangsa ini tetaplah bangsa yang membanggakan. Tetap memiliki harapan. Tetap memiliki orang-orang yang luar biasa untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sayangnya kita masih cukup egois untuk terus membesarkan diri dan golongan sendiri, tanpa berbelaskasihan kepada sesama lagi. Ini titik kejatuhan Indonesia di mata saya.

Kasihilah sesama kita seperti diri kita sendiri.

Selamat merdeka Indonesia! Merdekalah dalam tiap aspek kehidupan, jangan puas hanya merdeka dari para penjajah saja.

Ini kolaborasi saya dan kakak saya, Asyera Bella dalam memeriahkan HUT RI ke-66. Enjoy!

Saya menggambar bagian bawah, dan kakak saya dengan ciri khasnya yang kental, menampilkan gambar wanita di bagian atas lengkap beserta latar belakang, menggambarkan bangsa ini harus sedikit demi sedikit bangkit, terutama dalam memerangi KORUPSI yang merajalela.

Bersyukur bisa kolaborasi dengan kakak kandung sendiri 🙂