Why still blogging in 2019?

Saya masih berusaha menjaga agar artblog ini tetap hidup dan aktif, meski di tahun-tahun belakangan ini, konten video dan podcast sudah kian gencar dan tampak lebih populer dibandingkan blog dan sejenisnya.

Alasan sederhana, adalah karena bagi saya, menulis, adalah suatu aktivitas yang sangat berguna dalam mendukung perkembangan pola pikir kreatif seseorang. Bisa berfungsi seperti sebuah terapi bagi seorang artist!

Dengan menulis (nge-blog), seperti menyeimbangkan diri saya, agar saya tetap memiliki perspektif lain yang fresh dalam menjalani kehidupan berkeluarga, karir, dan berkomunitas. Tidak melulu berkutat di zona nyaman – desain, gambar, sketsa, mewarna, dll.

Jadi, meski di luar sana, hiruk pikuk dengan konten video, visual gallery (Instagram), dan podcast, saya masih akan berkomitmen menjaga kelangsungan blog ini yang usianya sudah lebih dari 10 tahun, agar tetap aktif dan hidup.

*Saya sendiri juga tengah belajar membuat konten video.

Link ke channel Youtube: klik disini.

Ping Pong

Pada tahun 2016 lalu, kantor tempat saya berkarya mulai menyediakan satu unit fasilitas olahraga, yaitu meja ping pong di salah satu ruangnya. Tujuan utama adalah untuk memfasilitasi para karyawan dengan hiburan sekaligus alat olahraga yang diharapkan dapat meningkatkan chemistry antar pegawai, menopang gaya hidup sehat dan produktivitas dalam bekerja.

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa hanya butuh 2.5 tahun untuk mengubah cara pandang saya akan olah raga ini. Olah raga yang semula hanya sekadar permainan untuk senang-senang atau sekadar isi waktu, kini, sudah menjadi bagian dari gaya hidup saya!

Diawali dengan rutin bermain di jam istirahat siang, meski dengan kemampuan sangat pas-pasan, tanpa modal pemahaman dan teknik bermain yang memadai (funfact: olah raga favorit saya selalu sepak bola, sebelumnya tidak pernah tertarik dengan ping pong), dan dikelilingi teman-teman yang juga awam dan pemula dengan olah raga ini, maka, seiring waktu, ketertarikan mulai muncul terhadap ping pong.

ilustrasi ping pong

Dengan modal nekad dan otodidak (belajar sendiri, tanpa pendidikan/ latihan formal), maka, tahun 2019 ini, saya sudah semakin menikmati permainan ini – meski belum bisa dikatakan mahir. Ping pong sangat adiktif dan menyenangkan! Selain itu, dengan ping pong yang reguler, saya bisa membakar kalori, mempererat pertemanan di kantor dan menjaga hidup tetap sehat.

Ini juga salah satu cara saya agar tidak terpaku duduk di depan monitor sepanjang hari selama bekerja. Lagipula, untuk hidup yang lebih sehat, kita harus terus bergerak, bukan?

Ya. Ping pong bukan lagi sekadar permainan. Ia sudah menjadi pemberi warna, pengisi hari, penyemangat, pendorong untuk tetap mengejar hidup sehat. Saya bersyukur bisa menikmati olah raga ini bersama teman-teman saya.

Apa olah raga yang teman-teman biasa lakukan di waktu senggang?

Selamat mengejar hidup sehat dan seimbang!

 

 

 

New hobby in 2019: Making video!

Sudah sejak lama saya ingin belajar bagaimana membuat video. Entah video timelapse proses berkarya saya, atau sekadar video dokumentasi perjalanan bersama keluarga.

Entah mengapa, saya berpendapat bahwa media video merupakan cara paling lengkap dan akurat dalam menyampaikan berbagai macam gagasan, berupa visual, suara, narasi, ditambah efek tertentu. (Animasi juga bisa jadi alternatif!)

Karena sewaktu kuliah – jurusan desain interior- , saya tidak pernah mengetahui apapun perihal ilmu membuat video, maka, baru di era Youtube sekaranglah, dimana bertebaran segudang tips & trick (dari yang paling mudah hingga kompleks), juga tutorial dari orang-orang yang berbaik hati berbagi pengetahuan dan ilmu mereka, saya mulai memberanikan diri memulainya hobi ini.

Inginnya bukan sekadar asal membuat video. Tapi, minimal ada sedikit hal yang bisa dibagikan. Entahkah itu berupa tutorial, timelapse proses saya berkarya, atau sekadar video dokumentasi pribadi.

Dan dalam penggarapannya, saya merasa perlu memperlengkapi diri dengan pengetahuan dasar dalam membuat sebuah video agar lebih menarik. Saat pengambilan gambar – footage, program editing yang sesuai bagi saya, perlengkapan yang mendukung, belajar hal basic soal cinematography, seperti pengambilan angle, komposisi, dan lain sebagainya.

Ternyata hal-hal di atas sangatlah seru dan menyenangkan.

Semoga saya bisa terus bereksperimen, mencoba hal baru, tidak takut melakukan kesalahan, dan tidak terburu-buru ingin hasil maksimal, karena yang paling penting adalah menghargai proses sambil tetap menghasilkan sesuatu. Tetap mencoba. Terus belajar dan terbuka pada masukan juga kritik, demi perbaikan ke depannya.

Keep making something to inspire others! Happy creating!

Terimakasih sudah berkunjung di artblog ini!

Kualitas karakter kelas dunia

Kalau mau mengamati dengan saksama, kita selalu dikelilingi berbagai hal dalam hidup ini yang menyimpan banyak hikmah dan pelajaran berharga di baliknya. Hal tersebut bisa berupa pengalaman, kejadian-kejadian, orang-orang, karya-karya, bahkan dalam sesuatu yang sifatnya menghibur.

Untuk saya pribadi, salah satu sumber inspirasi dalam menimba sebuah pelajaran datang dari kesukaan saya akan menonton tayangan sepakbola. Ya, liga champion! Pecinta sepakbola tentu tahu betapa intens dan berkualitasnya kompetisi yang satu ini. Selalu penuh drama (tentu yang dimaksud bukan drama seperti serial tv remaja), ketegangan, dan kejutan-kejutan hingga menit-menit akhir pertandingan. Kompetisi ini terdiri dari klub-klub juara masing-masing liga, saling dipertemukan untuk berlomba merebut trofi si kuping lebar – julukan bagi trofi liga champion.

Menyaksikan sebuah pertandingan di babak perempat-final, mempertemukan juara liga Itali Seri-A 6 kali berturut-turut Juventus, dengan juara bertahan liga Champion, dan juara La Liga Spanyol, Real Madrid. Sebuah big match kelas dunia!

Pertandingan berlangsung sangat intens. Jual beli serangan. Beradu penguasaan bola. Pelatih beradu teknik dan strategi dari pinggir lapangan. Pada akhirnya, Real Madrid pun keluar sebagai pemenang dengan skor 0-3 di leg pertama ini.

Saya tidak akan membahas detil jalannya pertandingan di atas. Tapi saya ingin fokus pada membahas satu kejadian paling menarik di sepanjang 90 menit yang berlangsung. Hal tersebut tampak pada saat gol ke-2 Real Madrid yang dicetak secara sensasional oleh pemain terbaik dunia lima kali dalam diri seorang Cristiano Ronaldo.

Dengan tubuh atletis dan relatif ideal untuk seorang atlit, Ronaldo menyambut umpan lambung bek kanan Madrid, Carvajal dengan sebuah tendangan salto sempurna dan menghujamkan bola dengan keras ke gawang Juventus. Meninggalkan Buffon terdiam tak berkutik. 2-0 untuk Real Madrid. Kualitas teknik, penyelesaian, dan ketajaman Ronaldo sudah tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah mencetak 14 gol dari 8 pertandingan liga Champion musim ini. Benar-benar fantastis! Tapi spotlight saya bukan diberikan pada Ronaldo, yang memang sangat layak menjadi Man of the Match di pertandingan tersebut.

Saya justru dibuat terkesan dengan reaksi suporter Juventus yang memenuhi Juventus Stadium malam itu. Mereka menginginkan timnya keluar sebagai pemenang. Tapi yang didapat adalah tertinggal 2 gol akibat ‘ulah’ Ronaldo. Dan tendangan saltonya mengonfirmasi hal itu. Lalu hadirlah reaksi yang saya pikir menunjukkan sebuah kualitas karakter kelas dunia, yang patut kita teladani.

Pendukung Juventus menyambut gol spektakuler dan selebrasi Ronaldo dengan melakukan standing ovation sambil bertepuk tangan! Ya. Sebuah aksi spektakuler dalam sepakbola, menghadirkan rasa kagum dan apresiasi yang pantas, bahkan jika itu datang dari lawan, maka mereka pun patut mendapatkannya.

Sebuah sikap berbesar hati, sportif, lapang dada, fair, dan elegan yang telah ditunjukkan oleh Juventini – sebutan bagi pendukung Juventus terhadap Ronaldo. (video nya dapat disaksikan di sini dan di sini). Dan Ronaldo pun, tidak bisa tidak, mencoba membalas apresiasi itu dengan menunjukkan gestur terimakasih kepada seluruh isi stadion (dapat disaksikan di sini).

Champions-League-Quarter-Final-First-Leg-Juventus-vs-Real-Madrid

Cristiano Ronaldo dengan gestur terimakasih pada pendukung Juventus yang telah memberi apresiasi pada golnya

Wow. Sebuah peragaan karakter kualitas kelas dunia di tengah pertandingan sepakbola. Sangat menyenangkan untuk dilihat.

Evaluasi diri.

Seberapa sering kita mampu menunjukkan sikap rendah hati diiringi berbesar hati, dan lapang dada, mengakui keunggulan orang lain? Mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan orang lain, bahkan kalau hal itu bagi “lawan” atau kompetitor kita? Atau kita justru dengan keras hati, berusaha semaksimal mungkin tidak mau menyampaikan pujian atau apresiasi yang sepantasnya diberikan pada mereka yang memang lebih unggul dari kita dalam suatu hal di kehidupan ini?

Terimakasih sudah berkunjung dan membaca. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita untuk terus berjalan ke arah yang lebih baik lagi dari hari ke hari.

 

 

 

New Blog!!! Caricature Blog at Tumblr!

Excited! Saya coba memberi perhatian lebih pada bidang bernama karikatur. Ya, saya masih melakukannya dan masih menikmatinya. Mari kunjungi blog karikatur saya di Tumblr.

www.marikarikatur.tumblr.com

Kumpulan karya karikatur dan segala hal mengenai kesenangan saya akan dunia karikatur. Atau Anda ingin karikatur? Jangan pesan terburu-buru, sebelum mengunjungi www.marikarikatur.tumblr.com ini, ok! Ciao rekan pembaca!

“Proses belajar terus berlangsung sepanjang usia. Termasuk untuk belajar berkarikatur.”

 

 

Desain Mainan

Saya akui, mungkin saya adalah tipe orang yang mudah berjanji. Dan baru-baru ini, saya merasa ada orang-orang yang amat menantikan saya memenuhi janji itu. Walau mereka adalah anak-anak, bukan berarti janji bisa dilupakan begitu saja. Ya, saya berjanji membuatkan beberapa mainan dari bahan Styrofoam untuk Sean dan Jeremy, yang sudah saya anggap adik saya sendiri.

Ada satu yang semakin saya nikmati akhir-akhir ini, yaitu jika mendapati bahwa ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk sedikit memberi sukacita, memunculkan senyum bahkan tawa pada wajah adik-adik kecil seperti mereka. Tidak banyak memang. Tapi setidaknya ada ‘sedikit’ hal yang bisa dilakukan.

Kepuasan terbesar bukan saat prakarya sudah mendekati selesai dan siap diberikan pada mereka. Bukan itu. Tetapi rasa puas tertinggi muncul saat memandang wajah lugu mereka memancarkan rasa senang, bahagia, dan senyum saat menerima apa yang kita buat. Rasa puas melihat ada kebahagiaan yang dirasakan adik-adik kecil. Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Mereka bahagia, saya lebih lagi!

Berikut sedikit tahapan proses. Segala sesuatu diawali sketsa di kertas. Dekatkan bahan-bahan dan alat-alat seperti cutter, double tape, dan kertas-kertas warna. Jangan lupa pensil dan penggaris. Dan petualangan sederhana pun dimulai. Enjoy!

Let’s rock guys! ^.^

New Excitement!

Saya sudah mulai menggambar karikatur sejak tahun kedua saya kuliah. Saat seorang teman memberi saya tugas membuat karikatur dirinya dan pacarnya. Itulah debut saya berkarikatur! Saat itu, saya berpikir karikatur hanya menjadi “selingan” sementara di sela-sela kuliah interior saya. Tak pernah berpikir akan mempertimbangkan gaya karikatur sebagai salah satu kesenangan saya! Itu yang terus terjadi akhir-akhir ini. Dalam waktu dekat, beberapa teman yang saya kasihi akan kembali ke negara mereka. Tak banyak yang bisa saya berikan selain apa yang bisa saya buat dengan ART.

Karikatur sangat menarik! Bukan sekadar teknik menggambar. Bukan sekadar menggambar ulang wajah seseorang. Karikatur lebih dari itu! Ada sesuatu di dalamnya. Sesuatu kemampuan khusus untuk bisa menangkap air muka seseorang melalui bentuk wajah yang unik, tak biasa, dan seringkali lucu. Karikatur menjadi perhatian saya akhir-akhir ini. Saya amat berharap suatu saat nanti, saya tidak hanya membuat karikatur. Tetapi saya bisa memberi dampak pada dunia melalui karikatur. Let’s start caricaturize!