Finished Not Perfect

Dalam perjalanan karir saya di bidang kreatif selama kurang lebih 7 tahun (2011 – hingga kini) – sebagai ilustrator dan concept artist, berbagai ilmu, inspirasi dan pembelajaran telah membentuk cara saya menghadapi sebuah persoalan dan penyelesaian terhadap sebuah masalah. Khususnya terkait dunia kreatif – desain, art, dan sejenisnya.

Para ilustrator dan concept artist dari belahan dunia lain, misalnya, telah mampu menjadi “mentor dunia maya” bagi saya, bukan karena saya telah mendaftar kelas online atau sekolah mereka, tetapi, karena akses yang kian mudah di zaman digital ini melalui Youtube, maka, saya dengan mudah dapat menyerap segala ilmu, prinsip, paradigma, dan filosofi yang mereka bagikan.

FUNFACTS: Saya belajar otodidak mengenai digital painting, concept art, dan ilustrasi. Karena saya lulusan desain interior, tentu hal-hal tersebut tidak pernah ada di mata kuliah manapun. 

Salah satu artist internasional yang menjadi inspirasi saya adalah Jake Parker (website), seorang ilustrator asal Amerika, yang juga kreator dari berbagai art challenge yang telah mendunia, salah satunya Inktober (website). Inktober adalah sebuah art challenge bersifat internasional yang mengharuskan tiap pesertanya menghasilkan sebuah karya setiap hari di bulan Oktober. 31 hari. 31 gambar sketsa menggunakan tinta (ink). Lalu mempostingnya di sosial media dengan tagar Inktober.

Dalam sebuah video di channel Youtube miliknya (link), ia membagikan salah satu prinsip atau filosofinya dalam mengarungi karir kreatif, di bidang ilustrasi (komik, buku anak, dan grafik novel).

Ia menamakannya: “Finished Not Perfect.”

 

Harus saya akui, filosofi sederhana itu telah membantu saya dalam berkarya akhir-akhir ini. Sudah bukan rahasia lagi, salah satu keunggulan yang juga kelemahan seorang artist atau desainer adalah adanya sikap perfeksionis yang kental dalam dirinya. Atau sikap mengejar hasil akhir yang sempurna. Perfect!

Perfeksionis bukanlah suatu kesalahan atau hal yang buruk. Tetapi, jika berbicara soal karir di industri kreatif – animasi, film, video game, dll – selalu memiliki yang namanya deadline atau tenggat waktu/ batas akhir sebuah proses produksi hingga sebuah karya dapat dirilis/ diterbitkan ke publik.

Deadline itulah yang mau tidak mau, menuntut para kaum kreatif tadi untuk memenuhi target yang harus dicapai dalam waktu tertentu. Alias, tidak bisa berkarya seenaknya saja, tanpa batasan waktu. Itu adalah hal mustahil dalam industri ini.

Menurut Jake, bukanlah hal utama untuk menghasilkan karya yang sempurna, tetapi tidak tuntas. Karena, yang lebih penting adalah kemampuan seorang artist untuk memulai dan menyelesaikan sebuah karya/ project hingga tuntas. Karena pada akhirnya, sesempurna apapun karya, kita tetap selalu tidak puas dan menemukan kekurangan dari karya tersebut. Hal itu terjadi, karena seiring waktu, kita semakin berkembang menjadi baik juga.

Jika kita menjadi takut melangkah karena rasa takut akan menghasilkan karya yang tidak sempurna, justru hal ini telah membatasi perkembangan seorang artist.  Jika ia menunggu timing terbaik, cara terbaik, kesempatan terbaik, style terbaik, atau metode terbaik untuk menghasilkan sesuatu, maka yang terjadi adalah ia tidak akan pernah melakukan dan menyelesaikan apapun itu!

Saya pribadi yakin, prinsip ini pun relevan diterapkan di berbagai aspek kehidupan lainnya.

Go out and do it!

Prinsip sederhana lainnya. Pergi keluar, eksplorasi dunia, dan lakukanlah! Mulai saja. Kejarlah apa yang ingin kamu lakukan. Entah itu membuat personal project seperti komik, grafik novel, bekerja di industri animasi, membuat lore fantasi di dunia buatan sendiri. Apapun itu, just do it. 

Bagi saya sendiri, kedua prinsip di atas sangatlah relevan. Bahkan saya tengah berjuang melakukannya. Saya sedang berusaha menyelesaikan dengan tuntas art challenge Inktober 2018 di tengah rutinitas kesibukan pekerjaan di kantor dan membagi waktu dengan keluarga terkasih. Saat tulisan ini dibuat, saya sudah mencapai hari ke-24 dari total 31 hari di bulan Oktober. Harus semangat!

Harus saya akui. Betapa sering saya merasa tidak puas dengan karya-karya saya. Tapi ini bukan tentang mengejar kesempurnaan. Tetapi lebih utama adalah belajar konsisten dalam menuntaskan sebuah project. Menikmati proses. Memulai dan menuntaskannya. Belajar konsisten.

Akhir kata, mengutip kata Jake. Salah satu kunci sukses untuk menjadi seorang artist yang luar biasa adalah kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu. Bukan hanya memulai sesuatu. Finished not perfect.

Terimakasih telah membaca!

Selamat memulai sesuatu dan menyelesaikannya!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s