Manusia dan Mengantri

Setiap orang hidup dalam keterburu-buruan. Bahkan kita tidak saling tahu kepentingan siapa yang seharusnya didahulukan. Presiden mengurusi rakyatnya. Dokter mengurusi keselamatan jiwa pasiennya. Polisi mengejar buronan. Anak sekolah menghindari terlambat datang ujian demi kebaikan masa depannya.

Semua terdengar penting dan mendesak. Namun agar sistem yang ada tidak menjadi rusak dan kacau (chaos), setiap orang harus terbiasa menunggu gilirannya. Jika setiap orang menuntut didahulukan dan merasa urusannya lebih penting, itu sama saja dengan egois.

Maka dari itu mari kita semua tertib menunggu giliran kita masing-masing atau yang biasa disebut mengantri, baik saat di ATM, di jalan raya, di mal, di bandara, di restoran, di loket karcis dan banyak tempat lainnya di dunia ini.

Mari jangan mau menjadi bulan-bulanan para hewan yang memang terbukti bisa memberi contoh budaya antri berbaris lebih teratur dari kita, manusia. Yuk, mengantri yang tertib demi kepentingan bersama!

Tulisan : Dwi Ratih Perbawati Hutapea, Tigor Boraspati S.

Ilustrasi : Tigor Boraspati Sidauruk

One thought on “Manusia dan Mengantri

  1. Akhirnya kolaborasi lagi. Yeay!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s