Cerita di balik “30 days RPG Challenge”

 

Sudah sejak lama, saya memiliki ‘personal ambition’ ini. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai concept artist atau tukang gambar konsep dan ide, adalah mutlak untuk selalu berkarya dan tidak membiarkan otak kanannya mati atau tidak dikembangkan.

Bukan rahasia lagi bahwa ada sesuatu yang ‘besar’ terjadi di tengah perjalanan hidup keluarga saya dan Dwi. Ada anugerah Tuhan bernama Tabitha. Bersyukur untuk kehadirannya. Menariknya, kehadirannya membawa banyak inspirasi buat saya. Bukan hanya sebagai seorang bapak, agar terdorong menyiapkan diri menjadi bapak yang lebih baik lagi bagi keluarga, tetapi juga sebagai seorang concept artist untuk menggunakan ide ini menjadi sebuah karya yang nyata. Sebuah karya yang sekaligus bisa menjadi sarana dalam mempertajam bakat dan talenta yang Tuhan beri.

Maka lahirlah ide pribadi, terinspirasi dari seorang concept artist ternama Indonesia, bernama Rudy Siswanto atau dikenal dengan Crutz. Beliau membuat personal challenge yang kreatif, bernama “30 days RPG challenge”, yaitu tantangan bagi siapapun orang yang mau mencoba menggambar selama 30 hari berturut-turut dengan tema RPG versi masing-masing orang.

*RPG adalah singkatan dari Role Playing Game, sebuah genre populer di kalangan pemain video game, yaitu game dengan elemen seperti story yang mendalam, karakter yang bisa level-up, memberi kebebasan dalam menjelajah daerah-daerah, melawan bos dan mendapat item spesial, serta masih banyak lagi.

Sebagai seorang gamer sejati, yang sudah bermain videogame dari jaman Sega Megadrive, Nintendo, Dreamcast, Xbox, Playstation dan terakhir PS3 (PS4 masih di angan-angan), genre RPG amat saya gemari. Jadi tantangan menggambar ini memang layak untuk dicoba. Menggabungkan dua kesukaan saya: menggambar dan videogame.

Bersamaan dengan itu, banyaknya waktu begadang akibat menjaga bayi Tabitha yang kadang bisa tidur pulas dan tiba-tiba bisa menangis karena lapar dan perlu diganti pampersnya, membuat ada celah bagi saya memanfaatkan waktu begadang dengan hal produktif dan berguna.

Tidak terasa, tantangan ini sudah berjalan 8 hari di bulan September, dan masih akan berlanjut hingga akhir bulan ini. Semoga tetap bisa semangat, dan penuh inspirasi untuk menajamkan kemampuan storytelling dan menggambar saya.

FUNFACT: Ide ini saya tularkan juga ke rekan-rekan di kantor saya sesama orang kreatif. Karena kami tidak bisa mempublish apapun soal pekerjaan yang masih confidential, maka kesempatan menghasilkan karya bisa terjadi dengan tantangan ini yang sifatnya personal artwork. Dan sebagian menyambutnya positif! Jadi ini adalah tantangan bersama-sama untuk kebaikan bersama-sama juga.

Berikut karya-karya yang sudah dibuat selama total 30 hari (Tabitha pun hadir menjadi tokoh krusial di petualangan bapak dan anak ini), enjoy!

Kunjungi dan follow: Instagram @tigorboraspati. 

Terimakasih sudah berkunjung!

Advertisements

Lembaran baru kehidupan berkeluarga : menjadi orang tua

Cukup lama saya absen memposting tulisan, dan kali ini datang dengan update terbaru yang bagi saya dan istri amat menggembirakan. Saya sudah resmi menjadi orang tua! Pada 5 Agustus 2017 lalu, putri mungil saya bernama Tabitha Raya Sidauruk telah Tuhan hadirkan di bumi dengan keadaan selamat dan sehat. Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi keluarga kami. Bagi saya dan istri. Dan petualangan penuh kesenangan, tantangan dan pembelajaran menanti di hadapan kami. Kali ini, bukan berdua, tapi bertiga. Dengan kebaikan Tuhan saja kami akan melangkah membangun keluarga ini.

Tidak perlu menunggu waktu lama bagi Tabitha untuk membuat kami terjaga di malam hari. Terimakasih Tuhan untuk Tabitha di tengah keluarga kami.

sketch2 copy

Indonesia: Not perfect. But it’s still awesome!

Sudah sejak lama saya menantikan ingin mengembangkan sendiri personal project untuk meningkatkan kemampuan dalam storytelling dan menggambar saya (khususnya, digital painting dan ilustrasi). Akhirnya, karya ini pun lahir: “Greet One Another” (menyapa satu dengan yang lainnya). Terinpsirasi dari kekayaan Indonesia, baik dari keramahan orang-orangnya, hingga keragaman profesi dan sosial-budayanya. Karya ini menjadi awal dari serial ilustrasi lainnya yang ingin saya kerjakan di sela-sela pekerjaan kantor saya. Semua bertemakan: Indonesia. Mengapa? Karena saya percaya, meski Indonesia tidak sempurna, tetapi tetap menakjubkan!

Sedikit proses pembuatan ilustrasi “Greet One Another.” Selamat menikmati.

ilustrasi_0_sketchilustrasi_1_sketch

ilustrasi_2_sketchilustrasi_3_sketchilustrasi_1

New thought on how I should do ‘blogging’ in 2015

Tahun 2014 menjadi tahun dimana saya benar-benar tidak menghasilkan apapun yang produktif untuk jurnal digital saya. Saya telah mengabaikan bahkan tampak seolah tidak pernah punya blog di WordPress. Dan saya menyadari, lebih baik menghapus semua akun di blog dan social media milik saya, jika saya tidak mampu mengambil manfaat atau berkontribusi secara positif melalui media-media tersebut.

Saya memikirkan secara serius untuk kembali menulis dan menikmati passion saya. Art. Drawing. Sketching. Bagaimana jika memadukan keduanya secara lebih seimbang?

Saya ingin lebih banyak menulis. Mengamati alam. Pelajaran hidup. Dan menyalurkan observasi dan pembelajaran saya melalui artblog ini. Semoga dengan sudut pandang yang lebih fresh dan menjaga antusiasme, blog ini setidaknya bisa menjadi inspirasi, membuka perspektif baru, dan memberi sumbangsih pada pembaharuan diri. Untuk saya pribadi dan juga masyarakat.

Happy blogging and sketching everyone!sea1 14-1-15 tipo